JENTERANEWS.com – Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Kampung Kebon Kopi RT 03/RW 05, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat malam (20/6/2025). Peristiwa yang diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik ini terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat salah satu pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena tengah menunaikan ibadah di masjid.
Berdasarkan laporan yang diterima dari anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Simpenan, Indra Lesmana, api pertama kali muncul dari kediaman Jejet Rimbawan (47), seorang guru. Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Tio Kharisma (33), percikan api dari instalasi listrik dengan cepat menyambar gorden di ruang tengah rumah.
“Api bermula dari percikan listrik, lalu merembet ke gorden dan dengan cepat membesar hingga menjalar ke bagian atap rumah,” ujar Tio, yang merupakan menantu dari pemilik rumah kedua yang terdampak.
Nahas, si jago merah tidak berhenti di satu bangunan. Api yang berkobar hebat merembet dan turut membakar bagian atap dapur rumah milik Hj. Imat Rusmiati (56), yang berada persis di sebelahnya.
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan segera mengerahkan dua unit mobil ke lokasi kejadian. Petugas bersama warga dan unsur relawan lainnya berjibaku memadamkan api. Satu jam kemudian, sekitar pukul 20.30 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar, mencapai kurang lebih Rp 50.000.000,” jelas Indra Lesmana dalam laporannya.
Akibat kejadian ini, dua keluarga dengan total 12 jiwa harus menanggung dampak kerusakan. Keluarga Jejet Rimbawan (1 KK, 6 jiwa) mengalami kerusakan paling parah di bagian tengah rumah. Sementara keluarga Hj. Imat Rusmiati (2 KK, 6 jiwa) mengalami kerusakan di bagian atap dapur. Satu keluarga dilaporkan terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga terdekat.

Puing-puing sisa kebakaran terlihat di salah satu rumah warga di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, pasca-insiden yang terjadi pada Jumat (20/6/2025). Peristiwa ini menghanguskan dua rumah dan mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Sejumlah unsur pimpinan kecamatan (Muspika) dan aparat gabungan turut hadir di lokasi untuk melakukan penanganan, di antaranya P2BK Simpenan, Damkar, TAGANA, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP.
“Kami telah melakukan asesmen di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta RT/RW setempat. Kami juga mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi kebakaran, baik dari kompor maupun instalasi listrik,” tambah Indra.
Saat ini, para korban sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa bahan material bangunan untuk perbaikan rumah, serta kebutuhan sandang, pangan, dan peralatan dapur. Pihak terkait tengah berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut dan penyaluran bantuan bagi para korban.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah















