Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 13 Agu 2025 18:53 WIB

PMI Kabupaten Sukabumi Gelar Musyawarah Kerja II 2025, Perkuat Kolaborasi dan Inovasi untuk Pelayanan Kemanusiaan


					RUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS: Suasana Musyawarah Kerja (Muker) II PMI Kabupaten Sukabumi yang diikuti oleh pengurus dan relawan di Hotel Sukabumi Indah, Rabu (13/8). Para peserta berdiskusi untuk mengevaluasi program 2024 dan menyusun rencana aksi untuk tahun 2025 demi pelayanan kepalangmerahan yang lebih optimal. Perbesar

RUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS: Suasana Musyawarah Kerja (Muker) II PMI Kabupaten Sukabumi yang diikuti oleh pengurus dan relawan di Hotel Sukabumi Indah, Rabu (13/8). Para peserta berdiskusi untuk mengevaluasi program 2024 dan menyusun rencana aksi untuk tahun 2025 demi pelayanan kepalangmerahan yang lebih optimal.

JENTERANEWS.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Muker) II Tahun 2025 di Hotel Sukabumi Indah pada hari Rabu. Acara ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program yang telah berjalan dan merumuskan langkah-langkah inovatif ke depan guna meningkatkan pelayanan kepalangmerahan di tengah berbagai tantangan kemanusiaan.

Musyawarah kerja yang dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten Pemkesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, ini menekankan pentingnya sinergi dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Boyke Martadinata menyampaikan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap dedikasi PMI. “Musyawarah ini adalah momentum krusial untuk mengevaluasi dan merumuskan program kerja baru yang dapat memperkuat kapasitas PMI. Kami berharap, hasil dari Muker ini akan melahirkan inovasi yang mampu mengoptimalkan pelayanan, terutama dalam penanggulangan bencana dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Boyke berpesan agar PMI terus menjadi organisasi yang dinamis, adaptif, dan selalu terdepan dalam setiap misi kemanusiaan. “Peran PMI sangat vital, baik dalam respons bencana, pelayanan kesehatan, maupun kegiatan sosial lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung PMI agar dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, memaparkan berbagai capaian dan rencana strategis organisasi. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai kunci untuk memperluas jangkauan dan efektivitas pelayanan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi pilar kekuatan kami,” ungkap dr. Hondo. Ia memberikan contoh konkret kemitraan yang telah terjalin, seperti program peningkatan ketangguhan masyarakat berbasis teknologi internet bersama Atmaconnect yang didukung oleh Internet Society Foundation (ISF). Program ini berfokus pada penyediaan akses internet di wilayah rawan bencana yang minim sinyal (blank spot) untuk mendukung mitigasi dan respons darurat.

Lebih lanjut, dr. Hondo juga menyebut kerja sama intensif dengan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society) dalam program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). “Pembinaan generasi muda melalui pelatihan dan edukasi kesiapsiagaan bencana di sekolah-sekolah adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang tangguh,” jelasnya.

Selain fokus pada penanggulangan bencana dan layanan transfusi darah, PMI Kabupaten Sukabumi kini juga didorong untuk mengambil peran aktif dalam isu perubahan iklim. Salah satu inisiatif yang digalakkan adalah gerakan menanam pohon di setiap kegiatan.

“Isu lingkungan adalah bagian dari misi kemanusiaan. Mencegah bencana ekologis adalah wujud nyata kepedulian kita. Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan, kami berupaya menanam pohon. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam demi masa depan yang lebih baik,” pungkas dr. Hondo dengan penuh semangat.

Musyawarah Kerja II ini diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi yang komprehensif, memperkuat sinergi antara PMI, pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, serta menegaskan kembali komitmen PMI Kabupaten Sukabumi sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. (*)

Editor: Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca