JENTERANEWS.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi rakyat. Integrasi kedua program strategis ini diyakini mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan pedesaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu.
“Saudara-saudara, MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita. Sekarang saya kira secara jujur para kepala desa, para bupati, sudah mulai merasakan. Ke depan akan lebih merasakan dampaknya,” ungkap Presiden.
Meski menaruh optimisme tinggi, Kepala Negara tidak menampik adanya berbagai tantangan dalam implementasi program di lapangan, terutama terkait pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras dan memastikan pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba melakukan penyelewengan.
Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi pencopotan bagi pejabat yang terbukti melanggar, menyalahgunakan kewenangan, atau tidak memiliki integritas dalam mengelola program pro-rakyat tersebut.
“Pemerintah saya tidak ragu-ragu. Siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyoroti betapa vitalnya kehadiran program MBG bagi masyarakat kelas bawah. Ia menceritakan pengalamannya saat berdialog langsung dengan para petani dan warga di berbagai daerah yang meminta agar program tersebut terus dilanjutkan karena sangat meringankan beban kebutuhan harian keluarga.
“Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, mereka bilang ‘Pak tolong Pak, MBG jangan dihentikan. Ini sangat membantu. Cucu-cucu saya bisa makan’. Jadi, MBG ini sangat penting untuk bangsa kita,” tutur Prabowo menirukan aspirasi warga.
Untuk memperluas dampak positifnya, pemerintah juga menyelaraskan program MBG dengan inisiatif lain seperti KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih. Seluruh rangkaian program ini ditujukan untuk mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi nasional yang dimulai dari tingkat akar rumput.
Sebagai bentuk intervensi dalam mendukung akses permodalan masyarakat, Presiden juga telah menginstruksikan pemangkasan suku bunga dari program Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi di bawah 10 persen. Kebijakan ini diambil untuk mengakhiri ketimpangan pembiayaan antara pengusaha besar dan pelaku usaha kecil di pedesaan.
“Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 persen. Saya perintahkan harus turun di bawah 10 persen. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara menyanggupi di angka 8 persen. Masa pengusaha besar dapat 9 persen, emak-emak di kampung-kampung dapat 24 persen, tidak benar itu. Kita ubah,” ujar Presiden menegaskan komitmen keberpihakannya.
Ke depannya, KDKMP dirancang untuk memiliki gerai lembaga keuangan tersendiri guna memfasilitasi penyaluran kredit murah bagi rakyat. Melalui skema terintegrasi ini, pemerintah berharap setiap desa dapat segera mencapai kemandirian finansial.
“Dengan koperasi ini, saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi dan akan punya kekuatan ekonominya sendiri,” tutup Prabowo.(*)















