Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 17 Mei 2026 17:56 WIB

Rupiah Terkapar di Hadapan Dolar AS, Kurs Jual Perbankan Tembus Rp 17.450


					Rupiah Terkapar di Hadapan Dolar AS, Kurs Jual Perbankan Tembus Rp 17.450 Perbesar

JENTERANEWS.com — Nilai tukar rupiah kian terdesak oleh keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4/2026), mata uang Garuda terdepresiasi tajam hingga memicu lonjakan harga jual greenback di sejumlah bank utama nasional hingga menembus level Rp 17.400.

Mengutip data pergerakan di pasar pagi tadi, tekanan dolar AS sempat memaksa rupiah mundur ke level Rp 17.310 per dolar AS pada awal pembukaan. Meski demikian, laju pelemahan tersebut tampak sedikit mereda menjelang paruh hari. Terpantau pada pukul 10.15 WIB, posisi rupiah bergerak turun tipis dan bertengger di level Rp 17.302 per dolar AS.

Kondisi di pasar spot ini langsung berimbas pada penyesuaian nilai tukar valuta asing di layanan perbankan. Seluruh bank besar dengan cepat merespons pelemahan ini dengan mengerek naik harga jual dolar AS mereka.

Di PT Bank Central Asia Tbk. (BCA), misalnya. Bank swasta terbesar di Indonesia ini mematok kurs jual dolar AS di angka Rp 17.450 untuk layanan Telegraphic Transfer (TT) Counter, sementara harga beli ditetapkan di level Rp 17.150.

Tren serupa turut mewarnai jajaran bank pelat merah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. terpantau menjual dolar AS di posisi Rp 17.400 untuk layanan konter, dengan kurs beli yang dipatok sebesar Rp 17.100.


Rincian Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar

Berikut adalah pembaruan data harga beli dan jual dolar AS di sejumlah bank nasional per tanggal 23 April 2026:

Nama Bank Kategori Layanan Kurs Beli (Rp) Kurs Jual (Rp)
Bank BRI e-Rate 17.118 17.280
TT Counter 17.040 17.340
Bank BCA e-Rate 17.295 17.315
TT Counter 17.150 17.450
Bank Mandiri Special Rate 17.280 17.315
TT Counter 17.100 17.400
Bank BNI Special Rate 17.268 17.335
TT Counter 17.140 17.440

Catatan Redaksi: Informasi nilai tukar di atas dapat berubah sewaktu-waktu (fluktuatif) bergantung pada kebijakan masing-masing bank dan pergerakan pasar. Terdapat perbedaan rentang harga (spread) yang cukup signifikan antara transaksi di layanan konter fisik dibandingkan dengan transaksi digital.(*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 18 April, Ini Rincian Lengkapnya

21 April 2026 - 12:06 WIB

Pemandangan dari sebuah SPBU Pertamina yang menampilkan ketersediaan berbagai jenis BBM, termasuk Pertamax Turbo dan Pertamina Dex yang harganya baru saja mengalami penyesuaian. Di papan nama terlihat ketersediaan produk seperti PERTAMAX 92 yang harganya tetap stabil, serta produk-produk lain yang relevan bagi mobilitas masyarakat. Penyesuaian harga ini diberlakukan mulai 18 April 2026 berdasarkan formula harga dasar berkala.

RI Bidik Minyak Rusia, Amankan Pasokan Energi Jangka Panjang di Tengah Gejolak Global

15 April 2026 - 07:06 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto (tengah kiri, ber-peci) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah kanan) mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin (13/4/2026). Pertemuan ini membahas secara konkret kerja sama strategis di sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk rencana Indonesia untuk mengimpor minyak mentah jangka panjang dari Rusia demi menjamin keamanan pasokan energi nasional. (Tangkapan layar

Mulai 2028 Pemerintah Jamin Keamanan Dana Nasabah Asuransi

2 Desember 2025 - 13:34 WIB

Musrenbang Kelurahan Cikundul, Pemkot Sukabumi Tegaskan Perencanaan Inklusif Menuju Target Pembangunan 2027

1 Desember 2025 - 14:20 WIB

BCA Syariah Tanam 1.500 Pohon di Cisitu Sukabumi untuk Mitigasi Banjir dan Longsor

1 Desember 2025 - 11:32 WIB

Reaktivasi Jalur Cipatat–Padalarang Mendesak, Jalur Kereta Sukabumi–Bandung Segera Tersambung

1 Desember 2025 - 11:08 WIB

Trending di Ekonomi