Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 16 Okt 2025 15:32 WIB

Magetan Berduka: Balita Perempuan 18 Bulan Tewas Terperosok ke Sumur Tak Terpakai Sedalam 20 Meter


					Petugas kepolisian dan warga saat mengevakuasi jasad balita AZK (18 bulan) dari sumur sedalam 20 meter di Desa Temboro, Magetan, Kamis (16/10/2025). Korban meninggal setelah terperosok ke dalam sumur tak terpakai yang diduga akibat kelalaian pengawasan orang tua. Perbesar

Petugas kepolisian dan warga saat mengevakuasi jasad balita AZK (18 bulan) dari sumur sedalam 20 meter di Desa Temboro, Magetan, Kamis (16/10/2025). Korban meninggal setelah terperosok ke dalam sumur tak terpakai yang diduga akibat kelalaian pengawasan orang tua.

JENTERANEWS.com – Peringatan keras bagi setiap orang tua tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap anak balita. Seorang balita perempuan berusia 18 bulan di Magetan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia secara tragis setelah terperosok ke dalam sumur tua sedalam 20 meter yang berada di depan rumahnya.

Korban nahas berinisial AZK, merupakan putri dari pasangan Abu Khor (44) dan Nubita Eka Rahmawati (38), warga Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Peristiwa pilu ini menyoroti kembali bahaya sumur tak terpakai dan kelengahan pengawasan.

Kelalaian Orang Tua Diduga Jadi Penyebab

Kapolsek Karas, AKP Danang Rahayu Winarno, membenarkan kejadian yang menimpa balita tersebut. Menurutnya, korban tercebur ke sumur yang sudah tidak difungsikan lagi, tepat di halaman depan rumah orang tuanya. Dugaan kuat mengarah pada kelalaian orang tua.

“Kejadian diduga karena orang tua lalai. Sekitar pukul 07.00 WIB tadi, sepulang mengantar anak sekolah, ayahnya baru saja memarkirkan motor. Saat sang ayah menuju sumur yang berjarak sekitar lima meter dari tempat parkir, tanpa disadari, anak menyusul dan terperosok ke dalam sumur yang hanya ditutup dengan terpal,” jelas AKP Danang, Kamis (16/10/2025).

Sumur Tua Berbahaya Mengandung Gas Beracun

Fakta yang memperburuk musibah ini adalah kondisi sumur. AKP Danang menjelaskan bahwa sumur sedalam 20 meter tersebut sudah lama tidak digunakan, sehingga kondisinya ditengarai mengandung gas beracun.

“Jadi sumur lama tidak dipakai sehingga mengandung gas beracun. Saat ini keluarga menggunakan sumur bor baru untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah Danang. Sumur yang tidak terawat dan tertutup seadanya menjadi jebakan maut yang mengancam keselamatan.

Imbauan Keras untuk Pengawasan dan Penutupan Sumur

Menyikapi insiden memilukan ini, Kapolsek Karas kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Ia menekankan agar tidak pernah lengah dalam mengawasi anak-anak, terutama yang masih berada di usia balita.

Selain itu, ia juga memperingatkan bahaya sumur-sumur tak terpakai yang ada di lingkungan warga. “Kita imbau masyarakat yang punya sumur tidak dipakai untuk segera diurug karena sangat berbahaya. Yang lebih penting juga, selalu awasi anak balita, jangan lengah sedikit pun,” tandas AKP Danang.

Tragedi di Magetan ini menjadi pengingat pahit bagi seluruh keluarga untuk menjadikan keselamatan dan pengawasan anak sebagai prioritas utama, serta memastikan lingkungan rumah bebas dari potensi bahaya laten, seperti sumur tua yang terbuka. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Anggota DPRD Sukabumi H. Loka Tresnajaya Apresiasi Purna Tugas Camat Cicurug dalam Momentum Halal Bihalal

30 April 2026 - 18:36 WIB

Suasana hangat saat penyampaian sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pengantar Purna Tugas Camat Cicurug, Judi Budimansjah, S.IP., A.Kp., di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemberian penghormatan atas dedikasi pengabdian beliau di wilayah tersebut.

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana