Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 3 Nov 2025 16:37 WIB

Kasus Dugaan Perundungan Siswi MTsN di Sukabumi: Polisi Periksa 12 Saksi, Status Segera Naik Penyidikan


					Ilustrasi dramatis menggambarkan seorang siswi yang terisolasi, melambangkan dampak perundungan yang menyebabkan rasa sepi dan putus asa. Di latar belakang, siluet gedung sekolah dan tangan-tangan yang berusaha meraih keadilan menegaskan fokus penyelidikan kasus tragis ini. Perbesar

Ilustrasi dramatis menggambarkan seorang siswi yang terisolasi, melambangkan dampak perundungan yang menyebabkan rasa sepi dan putus asa. Di latar belakang, siluet gedung sekolah dan tangan-tangan yang berusaha meraih keadilan menegaskan fokus penyelidikan kasus tragis ini.

JENTERANEWS.com – Penyelidikan atas kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa AK (14), siswi MTsN asal Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terus diintensifkan oleh pihak kepolisian. Tragedi yang berujung pada kematian korban ini kini memasuki babak baru, di mana Satreskrim Polres Sukabumi bersiap menaikkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan.

Satreskrim Polres Sukabumi telah memeriksa belasan saksi untuk mengungkap fakta di balik kematian tragis AK, yang ditemukan tewas tergantung di kamarnya pada Selasa, 28 Oktober 2025. Sebuah surat berisi ungkapan perpisahan dan dugaan perundungan di sekolah menjadi pemicu utama penyelidikan ini.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan saksi berjalan intensif. Hingga Senin (3/11/2025), total 12 orang telah dimintai keterangan.

“Total baru 12 orang saksi. Dari pihak sekolah dan siswa sebanyak 8 orang, dan dari pihak korban 4 orang,” kata Iptu Hartono saat dikonfirmasi.

Hartono menegaskan bahwa pihak kepolisian serius menangani kasus ini dan mengisyaratkan adanya kemajuan signifikan. “Masih berjalan pemeriksaan. Dalam waktu dekat kasus ini akan naik statusnya menjadi penyidikan,” ungkapnya.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak keluarga resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Sukabumi pada Rabu, 29 Oktober 2025, sehari setelah korban ditemukan.

Paman korban, Topick Walhidayat (35), menyatakan bahwa laporan tersebut dibuat agar kasus ini diusut tuntas.

“Alhamdulillah kemarin (Rabu) saya dengan kakaknya (korban) sudah membuat LP (Laporan Polisi) ke Polres Sukabumi,” kata Topick saat ditemui di kediaman keluarga korban, Kamis (30/10/2025).

Ia menjelaskan, karena kasus ini menyangkut anak di bawah umur, penanganannya dilimpahkan dari Polsek ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi.

“Harapan dari keluarga, kalau ini terbukti (perundungan), kami meminta pihak terkait dengan secepatnya menyelesaikan kasus bullying ini. Keluarga harus mendapat keadilan,” tegas Topick.

Kasus ini turut mengundang reaksi keras dari DPRD Kabupaten Sukabumi. Ketua Komisi IV, Ferry Supriyadi, mendesak agar penegakan hukum diterapkan secara tegas demi rasa keadilan bagi korban dan keluarga.

Menurut Ferry, kejadian ini merupakan persoalan serius yang harus menjadi bahan evaluasi seluruh pihak terkait, terutama di dunia pendidikan.

“Kami menyerahkan sepenuhnya sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ini lagi-lagi tamparan keras dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi,” jelas Ferry.

Ia menyayangkan perundungan masih terjadi di lingkungan sekolah. “Bullying masih ada dan masih terjadi di instansi pendidikan, dan bahkan mungkin di jam sekolah,” pungkasnya.(*)


Reporter: Oto 

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Cegah Praktik Komersialisasi, Disdik Kabupaten Sukabumi Larang Keras Sekolah Jual Seragam dan Buku

25 Juli 2026 - 17:23 WIB

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, yang menegaskan larangan keras bagi satuan pendidikan untuk menjual seragam dan buku pelajaran.

Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Adat Kasepuhan Ciptamulya di Sukabumi

25 Juli 2026 - 17:04 WIB

Penampakan api yang menyala hebat disertai kepulan asap hitam pekat saat melahap kerangka bangunan rumah panggung berkonstruksi kayu di kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang. Kebakaran yang terjadi di area perbukitan ini memicu kepanikan warga setempat.

Tragedi Sukabumi: Tiga Kakak Beradik Tewas Terjebak Kebakaran Rumah Panggung Akibat Lilin

24 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pemandangan malam lokasi kebakaran maut yang menghanguskan sebuah rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi. Tiga anak bersaudara tewas terjebak kobaran api di rumah ini. Garis polisi telah dipasang di sekeliling puing-puing bangunan.

Cuaca Panas dan Angin Kencang Picu Kebakaran Satu Hektare Lahan Jati di Bantargadung, Sukabumi

24 Juli 2026 - 17:55 WIB

kobaran api yang melanda area lahan kebun jati dan alang-alang di Kampung Leuwipari RT02/RW02, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis malam (23/07/2026). Api terlihat meluas dengan cepat di tengah kegelapan malam akibat faktor cuaca panas dan angin kencang, mengancam pemukiman warga di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Pohon Jati 10 Meter Tumbang di Simpenan, Jalur Bagbagan–Kiara Dua Sempat Lumpuh Total

24 Juli 2026 - 17:48 WIB

Pemuda di Sukabumi Tega Bacok Ibu Kandung Pakai Pisau Dapur

24 Juli 2026 - 17:35 WIB

Petugas mengevakuasi pelaku berinisial IR ke dalam Ambulans Desa Salekambang di Sukabumi pada Kamis malam (23/7/2026). Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa kambuh tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor untuk penanganan lebih lanjut setelah musyawarah dengan keluarga.
Trending di Sukabumi