JENTERANEWS.com — Seorang pria paruh baya berinisial H (51), warga Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan darurat di RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/5/2026) usai mengalami insiden nahas terjatuh ke dalam septic tank beberapa hari sebelumnya.
Humas RSUD R. Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasien dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Senin (11/5/2026) siang, sekitar pukul 13.00 WIB, dalam keadaan kritis dan koma.
“Pasien datang ke IGD sekitar jam 13.00 hari Senin tanggal 11 Mei 2026 sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,” ujar dr. Irfan saat memberikan keterangan resmi pada Jumat (15/5/2026).
Menindaklanjuti kondisi pasien yang terus menurun, tim medis bergegas melakukan tindakan resusitasi di ruang gawat darurat. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tim medis menemukan adanya luka terbuka pada bagian betis kanan korban.
“Dilakukan tindakan resusitasi sesuai kondisi pasien. Ada satu luka di daerah betis kanan dan area sekitar luka sudah membengkak secara signifikan,” tambahnya.
Menurut penuturan dr. Irfan, pihak rumah sakit menerima rekam riwayat bahwa korban sebelumnya sempat terjatuh ke dalam septic tank pada Sabtu (9/5/2026). Luka pada betis korban diduga kuat diakibatkan oleh benturan atau goresan benda tajam yang berada di lokasi kejadian.
“Betul, ada informasi bahwa pada Sabtu tanggal 9 Mei pasien terjatuh ke septic tank. Kemungkinan luka tersebut terjadi karena gesekan besi atau seng,” ungkapnya.
Pasca-insiden jatuhnya korban pada hari Sabtu, H diketahui sempat menerima penanganan medis awal. “Pada Sabtu setelah kejadian itu, luka korban sempat dijahit di fasilitas kesehatan setempat (Puskesmas Purabaya),” papar Irfan.
Kendati telah mendapat penanganan awal, kondisi kesehatan H terus memburuk hingga akhirnya dilarikan ke RSUD R. Syamsudin SH. Tim medis menduga pasien mengalami komplikasi fatal berupa infeksi bakteri berat yang masuk melalui luka terbuka tersebut.
“Sebab pasti meninggal tidak diketahui secara spesifik karena tidak ada autopsi, namun ada dugaan kuat karena infeksi bakteri berat akibat luka, dan pasien juga sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan multiorgan,” jelas dr. Irfan.
Segala upaya penanganan intensif telah dikerahkan oleh tim medis, namun nyawa H tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 14.20 WIB, berselang sekitar satu jam dua puluh menit setelah tiba di ruang IGD. Pihak rumah sakit juga mengonfirmasi bahwa jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya.(*)
[ Hamjah ]















