Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 16 Mei 2026 20:31 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Sinergi MBG dan Koperasi Desa Mampu Bangkitkan Ekonomi Rakyat


					Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis menekan tombol peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Program ini merupakan upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi rakyat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi desa. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

JENTERANEWS.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi rakyat. Integrasi kedua program strategis ini diyakini mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan pedesaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidato peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu.

“Saudara-saudara, MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita. Sekarang saya kira secara jujur para kepala desa, para bupati, sudah mulai merasakan. Ke depan akan lebih merasakan dampaknya,” ungkap Presiden.

Meski menaruh optimisme tinggi, Kepala Negara tidak menampik adanya berbagai tantangan dalam implementasi program di lapangan, terutama terkait pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan keras dan memastikan pemerintah akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba melakukan penyelewengan.

Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi pencopotan bagi pejabat yang terbukti melanggar, menyalahgunakan kewenangan, atau tidak memiliki integritas dalam mengelola program pro-rakyat tersebut.

“Pemerintah saya tidak ragu-ragu. Siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahgunakan kewenangan, akan kita tertibkan, kita bersihkan, kita copot dari jabatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti betapa vitalnya kehadiran program MBG bagi masyarakat kelas bawah. Ia menceritakan pengalamannya saat berdialog langsung dengan para petani dan warga di berbagai daerah yang meminta agar program tersebut terus dilanjutkan karena sangat meringankan beban kebutuhan harian keluarga.

“Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani, mereka bilang ‘Pak tolong Pak, MBG jangan dihentikan. Ini sangat membantu. Cucu-cucu saya bisa makan’. Jadi, MBG ini sangat penting untuk bangsa kita,” tutur Prabowo menirukan aspirasi warga.

Untuk memperluas dampak positifnya, pemerintah juga menyelaraskan program MBG dengan inisiatif lain seperti KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih. Seluruh rangkaian program ini ditujukan untuk mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi nasional yang dimulai dari tingkat akar rumput.

Sebagai bentuk intervensi dalam mendukung akses permodalan masyarakat, Presiden juga telah menginstruksikan pemangkasan suku bunga dari program Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi di bawah 10 persen. Kebijakan ini diambil untuk mengakhiri ketimpangan pembiayaan antara pengusaha besar dan pelaku usaha kecil di pedesaan.

“Tadinya bunganya itu 24 persen, 22 persen. Saya perintahkan harus turun di bawah 10 persen. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara menyanggupi di angka 8 persen. Masa pengusaha besar dapat 9 persen, emak-emak di kampung-kampung dapat 24 persen, tidak benar itu. Kita ubah,” ujar Presiden menegaskan komitmen keberpihakannya.

Ke depannya, KDKMP dirancang untuk memiliki gerai lembaga keuangan tersendiri guna memfasilitasi penyaluran kredit murah bagi rakyat. Melalui skema terintegrasi ini, pemerintah berharap setiap desa dapat segera mencapai kemandirian finansial.

“Dengan koperasi ini, saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi dan akan punya kekuatan ekonominya sendiri,” tutup Prabowo.(*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Gelombang PHK Kerek Klaim BPJS Ketenagakerjaan, OJK Minta Industri Asuransi Perketat Manajemen Risiko

16 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Resmikan KDKMP Nasional; Jajaran Kodim 0622 Sukabumi Turut Hadir Virtual

16 Mei 2026 - 20:14 WIB

Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di depan Koperasi Merah Putih Desa Cimanggu, Palabuhanratu, Sabtu (16/5/2026).

Dorong Pariwisata Berbasis Masyarakat, Bupati Sukabumi Resmikan Desa Wisata Tikukur di Sukajaya

16 Mei 2026 - 17:30 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (tengah) didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, melakukan prosesi pemotongan pita janur kuning secara simbolis untuk menandai peresmian Desa Sukajaya sebagai Desa Wisata Tikukur di Bale Tikukur, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (16/5/2026). Acara peresmian ini digelar bertepatan dengan Festival Seni Budaya Tikukur 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat.

Diduga Alami Infeksi Bakteri Berat Usai Terjatuh ke Septic Tank, Warga Sukabumi Tutup Usia

16 Mei 2026 - 11:06 WIB

Ilustrasi

Tragedi Jembatan Gantung Cibodas: Infrastruktur Lapuk Kembali Makan Korban, Warga Tagih Janji Pemerintah

16 Mei 2026 - 10:03 WIB

Warga berupaya mengevakuasi korban di dasar Jembatan Gantung Cibodas pada malam hari (kiri). Inset menunjukkan kondisi jembatan yang bobrok dan lapuk.

Fenomena Pria Mematung di Sukabumi Hebohkan Warga, Polisi Ungkap Riwayat Medis Korban

16 Mei 2026 - 09:22 WIB

Sosok Yaya (34), pria asal Majalengka, saat ditemukan warga berdiri mematung di kawasan Jalan Samsi, Kelurahan Cisarua, Kota Sukabumi. Pihak kepolisian memastikan kondisi tersebut dipicu oleh riwayat gangguan mental yang dialami korban.
Trending di Sukabumi