JENTERANEWS.com – Sebuah musala di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Sukabumi yang berlokasi di Kampung Cigadog RT 16 RW 06, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan ambruk pada Rabu (16/4/2025) sekitar pukul 10.45 WIB. Peristiwa ini diduga kuat disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Warga dan petugas gabungan dari Forkompimcam Sagaranten bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan musala MTSN 1 Sagaranten yang ambruk di Kampung Cigadog.
Petugas Pusat Pengendalian dan Operasi Bencana Kabupaten (P2BK) Sagaranten, Jenal Mutakin, dalam laporannya menyampaikan bahwa ambruknya atap musala dengan luas bangunan 6×10 meter persegi tersebut mengakibatkan bangunan mengalami kerusakan berat dan sementara waktu tidak dapat digunakan.
“Bangunan musala sudah dalam kondisi lapuk, sehingga bagian atapnya ambruk,” ujar Jenal. “Untuk sementara, musala tidak bisa digunakan lagi karena kerusakan yang cukup parah.”
Meskipun bangunan mengalami kerusakan signifikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dilaporkan dua orang siswi kelas VIII mengalami luka ringan. Identitas kedua siswi tersebut adalah Sindi dan Ratu.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya ada dua siswi yang mengalami luka ringan,” terang Jenal.
Pasca kejadian, P2BK Sagaranten segera berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Sagaranten, perangkat desa, Kasi Trantib, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian.
Saat ini, Forkompimcam bersama dengan masyarakat setempat tengah bergotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang masih dapat digunakan. Sementara itu, kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah bahan-bahan material untuk pembangunan kembali musala. Kerugian materiil akibat kejadian ini masih dalam tahap perhitungan.
Kejadian ambruknya musala ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa MTSN 1 Sagaranten serta 35 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah 7 Sukabumi. Kekhawatiran ini dipicu oleh beredarnya foto-foto bangunan musala yang ambruk tanpa keterangan yang jelas, bersamaan dengan digelarnya kegiatan Matsumi Sport ART Competition (MNC) di MTSN 1 Sukabumi yang melibatkan para siswa sebagai peserta. Informasi yang simpang siur ini sempat membuat resah para orang tua sebelum adanya konfirmasi resmi mengenai lokasi kejadian yang sebenarnya.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari kepanikan dan kesalahpahaman. Penanganan lebih lanjut terkait pembangunan kembali musala akan dikoordinasikan oleh pihak sekolah, pemerintah desa, dan instansi terkait.(*JN*)















