JenteraNews Sukabumi – Kurang lebih mencapai 300 meter luas pergerakan tanah di Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.Mengakibatkan Delapan Rumah Warga rusak, diantaranya 4 bangunan rumah warga rusak berat dan 4 bangunan rumah warga rusak ringan.
Setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bantargadung kabupaten Sukabumi, mengakibatkan bencana tanah amblas dan merusak bangunan rumah warga, terjadi sekitar pukul 01.30 WIB pada Selasa (02/03/2022) kemarin.

Rumah Warga Rusak Gerat Akibat Pergerakan Tanan di Desa Limusnunggal Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi
Data korban pemilik bangunan rumah yang rusak akibat bencana tersebut diantaranya Suhendi (35), Masli (35) Idris (48), Andri (30), sementara bangunan yang rusak ringan namun berpotensi terancam karena pergerakan tanah meliputi rumah milik Satibi (70) Dede (42) Ujang Herman (52) dan Emak Mae (70).
BACA JUGA : Wabub Sukabumi Dorong Gerakan Ketahanan Pangan Melalui Tanam Talas
Sementara, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi menerangakan,” Diduga akibat lokasi tanah yang cukup labil ditambah curah hujan yang cukup tinggi menjadi penyebab pergerakan tanah.” ungkap Nanang R Sudrajat, Manajer Pusdalops pada BPBD Kabupaten Sukabumi, Jumat (04/03/2022)
Pihaknya memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam bencana ini. Untuk kerugian masih dalam proses penghitungan,” terang Nanang
Untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan 4 keluarga pemilik rumah rusak berat saat dengan total 18 jiwa mengosongkan bangunan untuk sementara mengungsi di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
BACA JUGA : Gagal Nanjak, L300 Pengankut Pisang Terguling di Tanjakan Karang Cidolog
Badan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan pengecekan secara berkala di lokasi kejadian.
Dengan kondisi cuaca yang masih cukup ekstrem ditambah tanah yang cukup labil, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Mengingat cuaca saat ini masih musim penghujan dan dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan, masyarakat dihimbau untuk waspada,” pungkasnya.(*)
Reporter : Agus Bahrudin















