Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Agu 2026 16:05 WIB

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi


					Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral Perbesar

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral

JENTERANEWS.com — Kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan tajam. Proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Desa Tanjungsari dan Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, memicu gelombang kritik pedas setelah hasil pengerjaannya terbukti jauh di bawah standar teknis: permukaan aspal amat lunak hingga dapat dicungkil dengan tangan kosong.
Fenomena ini menelanjangi lemahnya fungsi pengawasan sejak dini, sekaligus memicu spekulasi terkait potensi penyimpangan spesifikasi material dalam proyek pembangunan fasilitas publik tersebut.
Aksi warga yang mengunggah rekaman video berdurasi 1 menit 5 detik di media sosial membedah secara telanjang kualitas pekerjaan yang dinilai asal-asalan. Dalam video tersebut, publik disuguhkan pemandangan ironis:
  • Struktur Amblas: Lapisan aspal langsung amblas dan retak hanya karena beban standar samping sepeda motor.
  • Material Terkelupas: Pengunggah dengan mudah memungut dan mencungkil bongkahan aspal yang tidak saling mengikat hanya dengan jemari tangan.
Ketidaklayakan fisik jalan ini memantik kekecewaan mendalam warga setempat yang telah lama mendambakan akses transportasi yang mantap.
“Maenya kuat kieu. Pa Dedi, tulung Pa Dedi (Masa iya sampai begini. Pak Dedi, tolong Pak Dedi),” cetus warga dalam video tersebut, mengadu langsung kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akibat meragukan komitmen pengawasan di tingkat lokal.
Menanggapi remah-remah kritik publik yang kian liar, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD PU Wilayah Jampangtengah, Robi Ferdian, melontarkan argumentasi defensif. Ia berdalih bahwa proyek jalan tersebut masih berstatus on-going dan belum memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara.
“Dari pihak pengawas sudah menekankan untuk segera diperbaiki… Belum selesai pekerjaannya, Pak, belum diserahterimakan,” kilah Robi, Jumat (7/8/2026).
Namun, jawaban stereotipikal yang kerap dijadikan tameng oleh instansi pemerintah ini justru menyisakan pertanyaan besar di benak publik:
  1. Di mana Posisi Pengawas Proyek saat Pengaspalan Berlangsung? Kualitas campuran aspal (hotmix) yang tidak merekat sempurna merupakan indikator kegagalan teknis mendasar. Pengawasan seharusnya berjalan real-time, bukan baru bereaksi setelah bobroknya pekerjaan terlanjur viral di media sosial.
  2. Potensi Perbaikan Sekadar Tambal Sulam: Klasifikasi “belum PHO” sering kali hanya berujung pada perbaikan kosmetik (tambal sulam) demi meloloskan kriteria administratif, tanpa membongkar total struktur jalan yang dari awal sudah salah secara spesifikasi.
Sikap serba pasif dalam pengawasan lapangan ini mempertegas perlunya reformasi ketat dalam pembagian porsi proyek di Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Warga dan pengamat kebijakan publik kini mendesak langkah konkret dari dinas terkait, di antaranya:
  • Uji Laboratorium & Audit Teknis: Melakukan pengujian independen terhadap job mix formula (JMF) dan ketebalan aspal (core drill) di titik Tanjungsari–Bojongtipar.
  • Sanksi Rekanan (Kontraktor): Tidak ragu mem-blacklist penyedia jasa atau kontraktor pelaksana jika terbukti sengaja mengurangi volume atau menggunakan material sub-standar.
  • Transparansi Anggaran: Membuka nilai papan proyek dan identitas perusahaan pelaksana secara gamblang ke publik.
Masyarakat Jampangtengah menolak dijadikan “kelinci percobaan” dari proyek pembangunan yang terindikasi asal jadi. Tanpa tindakan tegas dan pengawasan yang substantif, retorika “belum diserahterimakan” hanya akan terus menjadi alasan pembenar atas buruknya kualitas infrastruktur publik di Kabupaten Sukabumi.(*Mardi*)

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca