Menu

Mode Gelap

Bencana · 7 Mar 2025 07:40 WIB

Curugluhur Kembali Diterjang Banjir, Trauma Warga Belum Usai


					Foto kondisi banjir di Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/2/2025). Menurut Sekretaris Desa, banjir kali ini tidak separah yang terjadi pada Desember 2024 lalu, namun tetap menimbulkan dampak signifikan bagi warga. Perbesar

Foto kondisi banjir di Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/2/2025). Menurut Sekretaris Desa, banjir kali ini tidak separah yang terjadi pada Desember 2024 lalu, namun tetap menimbulkan dampak signifikan bagi warga.

JENTERANEWS.com – Warga Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, kembali dilanda banjir pada Jumat (7/2/2025) dini hari. Bencana ini terjadi hanya berselang dua bulan setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada 4 Desember 2024 lalu.

Banjir kali ini merendam empat kampung, yaitu Nagrog, Sindanghayu, Panembong, dan Parungseah. Sebanyak 33 rumah warga terendam air akibat luapan Kali Cikaso yang dipicu oleh hujan deras berkepanjangan sejak Kamis (6/2/2025) malam.

“Hujan dengan curah tinggi (cuaca ekstrem) mengakibatkan 33 unit rumah terendam banjir,” ujar Dadi Supriadi, Sekretaris Desa Curugluhur, dalam laporan tertulisnya.

Akibat banjir ini, 33 kepala keluarga (KK) atau 103 jiwa terdampak. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat mereka untuk sementara waktu. Akses jalan di wilayah terdampak pun terputus, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

“Sementara untuk yang punya rumah ngungsi ke saudaranya dan untuk kendaraan roda 4 maupun roda 2 tidak bisa lewat,” jelas Dadi.

Tim dari Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Kabupaten Sukabumi bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan relawan telah melakukan asesmen di lokasi kejadian.

“P2BK berkoordinasi dengan Forkopimcam, kecamatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kasi trantib Pemdes Curugluhur, PK RT, dan Kadus, IPSM Kec. Sagaranten melakukan assessment di lokasi kejadian,” ungkap Dadi.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh warga terdampak adalah sembako dan perahu karet untuk evakuasi warga yang hendak melintas.

“Keperluan yang mendesak: sembako, perahu untuk evakuasi warga yang lewat,” kata Dadi.

Dadi Supriadi menambahkan, volume air pada banjir kali ini tidak setinggi banjir yang terjadi pada 4 Desember 2024 lalu. Meskipun demikian, trauma dan kekhawatiran masih dirasakan oleh warga yang baru saja pulih dari bencana sebelumnya.

“Menurut Dadi, dibandingkan banjir 4 Desember lalu, kali ini volume air tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Pemerintah desa dan pihak terkait terus berupaya melakukan penanganan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Diharapkan, bantuan segera tiba dan kondisi dapat segera pulih.(*)

Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

SKANDAL MAKAN BERGIZI GRATIS: Terdakwa Berkelit ke Ranah Perdata, Hakim Soroti Tajam Bukti Fotokopi

28 April 2026 - 14:20 WIB

Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Sukabumi dengan terdakwa dr. Silvi Apriani (duduk berhijab), Senin (27/4/2026). Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atas dakwaan penipuan dana pengadaan food tray program MBG. Panel hakim dipimpin oleh Teguh Arifiolani (

Dari Balik Semak Belukar Cibuni, Air Panas Belerang Ini Setia Obati Warga Meski Tak Lagi Terawat

28 April 2026 - 12:10 WIB

Potret terkini sumber mata air di Pemandian Air Panas Cibungur, Desa Cidadap, yang kini berubah menjadi kubangan alami usai fasilitas kolam buatan pemerintah hancur tersapu tanah longsor. Meski terbengkalai dan dikepung semak belukar, mata air ini tetap dimanfaatkan warga untuk terapi pengobatan penyakit kulit.

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia

28 April 2026 - 09:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

Bupati Sukabumi Kukuhkan Pengurus Baru BP-CPUGGp, Tegaskan Geopark Sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan Dunia

27 April 2026 - 17:50 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar memberikan sambutan saat pengukuhan pengurus baru BP-CPUGGp di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/4/2026).

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Menyusul Kegagalan Negosiasi AS-Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

27 April 2026 - 17:43 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan

27 April 2026 - 17:16 WIB

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.
Trending di Sukabumi