Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 28 Agu 2025 13:53 WIB

Desa Purwasari Melaju ke Tingkat Nasional, Bupati Sukabumi: Kolaborasi Pentahelix Kunci Keberhasilan Tekan Stunting


					KOMITMEN ATASI STUNTING: Bupati Sukabumi, Asep Japar, memaparkan strategi percepatan penurunan stunting saat menerima kunjungan tim penilai Lomba Desa Berkinerja Baik di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug. Asep Japar menyebut kolaborasi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan Sukabumi menekan prevalensi stunting hingga 20,5 persen. Perbesar

KOMITMEN ATASI STUNTING: Bupati Sukabumi, Asep Japar, memaparkan strategi percepatan penurunan stunting saat menerima kunjungan tim penilai Lomba Desa Berkinerja Baik di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug. Asep Japar menyebut kolaborasi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan Sukabumi menekan prevalensi stunting hingga 20,5 persen.

JENTERANEWS.com – Desa Purwasari, yang terletak di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, secara resmi dinobatkan sebagai wakil Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Desa Berkinerja Baik (DBB) Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting tingkat nasional untuk tahun 2025. Pengumuman prestisius ini disampaikan setelah proses verifikasi lapangan yang ketat di Stunting Education Center (STC) Purwasari pada hari Kamis (28/8/2025).

Keberhasilan Desa Purwasari menembus panggung nasional ini disambut dengan apresiasi tinggi. Perwakilan dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, mengungkapkan bahwa Desa Purwasari menunjukkan konsistensi luar biasa dalam upaya menekan angka stunting. Tidak hanya itu, desa ini juga berhasil mengintegrasikan program tersebut dengan pengembangan sektor peternakan dan ketahanan pangan lokal yang inovatif.

“Dari seluruh desa yang kami evaluasi di Jawa Barat, Purwasari terpilih karena memiliki keunggulan yang komprehensif dalam penanganan stunting serta terobosan inovasi di tingkat lokal,” ujar Ade Afriandi di sela-sela acara.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan bahwa capaian gemilang ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi melalui model kolaborasi pentahelix. Menurutnya, keberhasilan ini tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif dari lima elemen utama, yaitu pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, dan partisipasi masyarakat yang solid.

“Prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi berhasil kita tekan secara signifikan hingga mencapai angka 20,5 persen pada tahun 2024. Ini adalah bukti nyata bahwa inovasi dan kebersamaan yang terjalin erat terbukti efektif dalam mempercepat penurunan stunting,” tegas Bupati Asep Japar.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa setidaknya delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting telah diimplementasikan secara masif. Beberapa di antaranya mencakup penetapan desa sebagai lokus prioritas, penguatan peran krusial para kader di lapangan, hingga pemanfaatan digitalisasi untuk pendataan gizi yang lebih akurat.

Meskipun demikian, Asep Japar secara terbuka mengakui bahwa perjuangan belum usai. Beberapa tantangan, seperti keterbatasan jumlah kader, isu kesenjangan data, dan upaya integrasi program yang lebih holistik, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Namun, dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus menyala, kami optimistis dapat mewujudkan Sukabumi Zero New Stunting,” serunya dengan penuh keyakinan.

Bupati juga menambahkan bahwa fokus Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak hanya berhenti pada isu stunting. Perhatian serius juga diberikan pada masalah kesehatan lainnya, termasuk gizi buruk, serta pengendalian penyakit menular dan tidak menular seperti AIDS, Tuberkulosis (TB), dan malaria. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan posyandu berbasis digital dan mendorong sinergi pemanfaatan dana desa dengan program-program prioritas nasional.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Nasional, Maizir Akhmadin, yang turut hadir dalam verifikasi lapangan, menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memvalidasi data sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Sukabumi agar dapat bersaing secara kompetitif di tingkat nasional.

“Indonesia menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks. Oleh karena itu, setiap daerah harus saling bahu-membahu dan menguatkan. Kami menaruh harapan besar agar Sukabumi bisa masuk dalam nominasi besar di tingkat nasional,” singkatnya. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Lengkong Sukabumi, Satu Rumah Warga Rusak

6 Maret 2026 - 20:13 WIB

TPT Tower di Lengkong Sukabumi Longsor Akibat Cuaca Ekstrem

6 Maret 2026 - 20:05 WIB

Matangkan Persiapan Operasi Ketupat 2026, Polres Sukabumi dan Forkopimda Ikuti Rakor Lintas Sektor Tingkat Menteri

2 Maret 2026 - 16:37 WIB

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh jajaran Polres Sukabumi, Kodim 0622, beserta jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026).

Laporan Kebencanaan Nasional: BNPB Tangani Karhutla, Pergerakan Tanah, dan Cuaca Ekstrem

28 Februari 2026 - 19:24 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Jadikan Momentum Ngabuburit sebagai Wahana Penguatan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

25 Februari 2026 - 10:14 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan sambutan dan memimpin dialog interaktif bersama warga dalam kegiatan silaturahmi Ramadan, Rabu (25/2/2026).

Transparan dan Tepat Sasaran, Pemdes Mekarjaya Cidolog Tetapkan 50 KPM Penerima BLT Desa 2026

13 Februari 2026 - 12:50 WIB

Suasana pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait pembahasan dan penetapan 50 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/2/2026).
Trending di Kabar Desa