JENTERANEWS.com – Kamis, 5 Februari 2026, menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Desa Sagaranten. Di bawah langit cerah Sukabumi, ribuan warga memadati area Jalan Rumah Sakit No. 55 untuk menjadi saksi peresmian dua ikon baru kebanggaan desa: Masjid Jami “Al-Insyirah” dan Gedung Serbaguna “Bale Binangkit”.
Acara ini terasa istimewa dengan hadirnya dua pucuk pimpinan Kabupaten Sukabumi secara bersamaan. Bupati Sukabumi, Asep Japar, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, hadir langsung untuk melakukan prosesi gunting pita, menandakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan Desa Sagaranten.
Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan yang digagas oleh Pemerintah Desa Sagaranten. Namun, ia menitipkan pesan tegas kepada masyarakat agar tidak terlena dengan kemegahan fisik semata.
“Hari ini kita bangga melihat Masjid Al-Insyirah yang begitu megah berdiri. Namun, kebanggaan itu akan sia-sia jika masjidnya sepi. Pesan saya, jangan hanya megah bangunannya, tapi harus makmur jamaahnya. Jadikan masjid ini pusat peradaban dan pembinaan akhlak,” ujar Asep Japar di hadapan para undangan.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif yang tercermin dari kehadirannya bersama Ketua DPRD. “Ini bukti kami satu suara mendukung desa-desa yang inovatif,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali memuji visi Kepala Desa Sagaranten yang dinilainya mampu menyeimbangkan kebutuhan duniawi dan ukhrawi.
“Ibu Kepala Desa tidak hanya fokus pada fisik, tapi membangun keseimbangan. Masjid Al-Insyirah untuk bekal akhirat, dan Gedung Bale Binangkit untuk kesejahteraan dunia. Ini adalah contoh tata kelola pembangunan desa yang efektif,” ungkap Budi Azhar. Ia pun mengingatkan warga bahwa merawat fasilitas jauh lebih berat daripada membangunnya.
Ditemui secara terpisah usai acara, Kepala Desa Sagaranten, Santi Sulastri, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi Santi, berdirinya kedua gedung ini adalah pelunasan janji baktinya kepada warga.
“Alhamdulillah, ini adalah puncak dari lelah kita semua. Pembangunan ini bukan sekadar proyek, tapi wujud komitmen kami. Nama ‘Bale Binangkit’ itu adalah doa, kami ingin dari gedung ini bangkit semangat warga untuk berkarya, berolahraga, dan meningkatkan ekonomi,” tutur Santi dengan mata berkaca-kaca.
Santi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memiliki rasa handarbeni (merasa memiliki). “Gedung ini milik rakyat, dibangun dari uang rakyat. Mari kita rawat agar bisa dinikmati hingga anak cucu kita nanti,” pesannya.
Rangkaian acara peresmian berlangsung khidmat namun meriah. Dimulai pukul 13.00 WIB, kedatangan rombongan VIP disambut dengan lantunan Hadroh dari “Syaukul Mustofa Baros” dan prosesi pengalungan sorban. Setelah peresmian masjid dan santunan anak yatim, acara dilanjutkan dengan peninjauan Gedung Serbaguna yang disambut tarian tradisional dari “Lutfi Art Production”.
Perpaduan antara nilai religius dan kearifan lokal ini mencerminkan wajah Desa Sagaranten yang modern namun tetap memegang teguh akarnya. Dengan berdirinya Masjid Al-Insyirah dan Bale Binangkit, Desa Sagaranten kini siap melangkah menjadi salah satu desa percontohan di Kabupaten Sukabumi.(*)















