JENTERANEWS.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, pada Senin malam (16/6/2025) telah memicu bencana longsor di dua lokasi terpisah. Akibatnya, akses jalan utama terputus total bagi kendaraan roda empat dan dua rumah yang dihuni oleh tiga keluarga terancam.
Berdasarkan laporan terkini dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Kabandungan pada Selasa (17/6/2025) pukul 11:25 WIB, longsor pertama terjadi sekitar pukul 20:40 WIB di Kampung Pajagan RT 024/010, Desa Kabandungan. Sebuah tebing setinggi 5 meter dengan panjang 5 meter runtuh dan material longsorannya menutup sepenuhnya badan jalan.
Tidak berselang lama, sekitar pukul 21:10 WIB, longsor susulan terjadi di Kampung Pasir Kandang RT 006/008, Desa Cipeuteuy. Di lokasi ini, tebing setinggi 4 meter dan lebar 7 meter longsor, disertai retakan tanah sepanjang kurang lebih 30 meter. Kondisi ini membuat jalan tidak mungkin dilalui oleh kendaraan roda empat dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
“Hujan deras yang disertai petir dari pukul 18:10 hingga 23:00 WIB menjadi pemicu utama longsor,” ungkap Anton Mulyadi dari TAGANA Kecamatan Kabandungan dalam laporannya.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, sebanyak dua rumah milik warga kini berada dalam kondisi terancam. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa, yaitu keluarga Bapak Jerimi (2 jiwa), Bapak Endi Suhendi (4 jiwa), dan Bapak Risman (3 jiwa).
Saat ini, para penghuni rumah yang terancam belum diungsikan, namun kewaspadaan tinggi terus diterapkan. Tim gabungan yang terdiri dari TAGANA, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat kecamatan, Satpol PP, dan tim kesehatan dari Puskesmas telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi penanganan.
“Upaya pertama yang kami lakukan adalah melakukan asesmen cepat di lokasi kejadian untuk mendata dampak dan kebutuhan mendesak,” tambah Anton.
Hingga berita ini diturunkan, bantuan untuk para korban belum didistribusikan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi tenda gulung atau terpal untuk menutupi area longsor dan melindungi rumah warga, paket sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan anak-anak dan peralatan makan.
Tim TAGANA Kabupaten Sukabumi telah mengerahkan dua personel untuk membantu proses penanganan di lapangan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah desa setempat dan instansi terkait untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya, termasuk pembukaan akses jalan dan mitigasi risiko longsor susulan. Warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih ada.(*)
Kor: Fajar
Redaktur: Hamjah














