JENTERANEWS.com – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat dini hari (20/6/2025) mengakibatkan dua rumah warga di Kampung Cidahu RT 03 RW 06, Desa Cisaat, ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ini, namun kerugian materiel ditaksir cukup besar.

Tampak bagian dalam salah satu rumah korban yang atapnya runtuh total akibat diterjang hujan deras dan angin kencang di Desa Cisaat, Cicurug. Material bangunan menimpa seluruh isi rumah, memaksa dua keluarga dengan total tujuh jiwa kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, cuaca ekstrem menjadi pemicu utama ambruknya bagian atap kedua bangunan tersebut.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama disertai angin kencang mengakibatkan konstruksi atap tidak kuat menahan beban dan akhirnya ambruk,” ujar Cawang, seorang petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Cicurug, dalam laporannya.
Dua keluarga terpaksa harus mengungsi karena rumah mereka kini tidak dapat lagi ditinggali. Rumah pertama milik Ibu Ai Yuliawati (40) yang dihuni oleh satu keluarga terdiri dari enam jiwa. Sementara itu, rumah kedua yang juga mengalami kerusakan parah dihuni oleh seorang lansia, Bapak Lili (67).
“Untuk sementara, kedua keluarga tersebut telah mengungsi ke rumah kerabat terdekat mereka. Syukurlah tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini,” tambah Cawang.
Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, perangkat desa dan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta relawan Tagana telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian bersama Pemerintah Desa Cisaat,” jelasnya. Tim gabungan juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang belum menentu.
Hingga Jumat sore, kondisi di lokasi dilaporkan berawan. Puing-puing material bangunan yang ambruk belum dievakuasi. Para korban saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama material bangunan untuk perbaikan rumah dan peralatan dapur untuk kebutuhan sehari-hari. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat segera menyalurkan bantuan untuk meringankan beban para korban.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah














