Menu

Mode Gelap

News · 4 Jun 2025 19:02 WIB

Empat Remaja Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Asusila pada Anak di Sukabumi


					ILUSTRASI: Tumpukan berkas di meja penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus dugaan tindakan asusila yang menimpa seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Sukabumi. Perbesar

ILUSTRASI: Tumpukan berkas di meja penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus dugaan tindakan asusila yang menimpa seorang anak perempuan berusia 13 tahun di Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi tengah mengusut tuntas kasus dugaan tindakan asusila yang menimpa seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Peristiwa tragis yang diduga dilakukan oleh teman sebayanya ini terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi dan kini ditangani serius oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Insiden memilukan tersebut dilaporkan terjadi pada bulan Mei 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya diajak berkumpul oleh beberapa remaja sebaya di salah satu kedai. Nahas, dalam kondisi yang diduga tidak sepenuhnya sadar, korban kemudian menjadi sasaran perlakuan tidak senonoh.

Kasus ini akhirnya terbongkar dan sampai ke telinga pihak keluarga setelah beredarnya rekaman video. Dalam video tersebut, korban terlihat dalam kondisi tidak berdaya dan menjadi objek perbuatan yang tidak pantas, yang kemudian memicu kemarahan dan pelaporan ke pihak berwajib.

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, melalui Kasat Reskrim IPTU Hartono, S.H., M.H., pada Rabu (04/06/2025), membenarkan adanya laporan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Kami telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban. Serangkaian langkah penyelidikan langsung kami tempuh, termasuk melakukan visum terhadap korban, serta memanggil dan meminta keterangan dari para saksi maupun pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujar IPTU Hartono. “Saat ini, status kasusnya telah kami tingkatkan ke tahap penyidikan.”

Lebih lanjut, IPTU Hartono mengungkapkan bahwa empat remaja laki-laki yang diduga terlibat dalam insiden ini tengah menjalani proses pemeriksaan intensif. Mengingat usia para terduga pelaku yang masih di bawah umur, Polres Sukabumi menerapkan pendekatan khusus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

“Kami tidak bekerja sendiri. Koordinasi erat telah kami jalin dengan Dinas Sosial untuk memberikan pendampingan psikologis dan sosial yang dibutuhkan korban. Selain itu, kami juga menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung dalam penanganan para terlapor,” tambah Kasat Reskrim.

Polres Sukabumi berkomitmen penuh untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan adil. Penegakan hukum akan dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan hak anak, baik bagi korban maupun bagi mereka yang terlibat dalam proses hukum.

“Kami akan terus mengawal penanganan perkara ini dengan keseriusan penuh. Prioritas kami adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan yang layak, serta keadilan selama proses hukum ini berlangsung,” pungkas IPTU Hartono, menggarisbawahi keseriusan aparat dalam menuntaskan kasus yang mencoreng dunia anak ini.(*)


Reporter: Mardi

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 63 kali

Baca Lainnya

Perkuat Tata Kelola dan Keamanan Pangan MBG, Wakil Bupati Sukabumi Hadiri Rapat Konsolidasi Regional

14 Oktober 2025 - 07:29 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, saat menghadiri Rapat Konsolidasi Regional Peningkatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di SICC Sentul, Bogor, Senin (13/10/2025).

Sebut Wartawan “Abal-abal” dan “Pencari Receh”, Pemilik Akun Facebook Dadang Hermawan Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

9 Oktober 2025 - 14:45 WIB

Tangkapan layar video Dadang Hermawan saat menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf terbuka kepada seluruh insan pers, Kamis (9/10/2025).

Final Voli di Tegalbuleud Sukabumi Ricuh, Penonton Bakar Arena Pertandingan

3 Juli 2025 - 23:11 WIB

Sejumlah penonton membakar meja dan kursi panitia di tengah arena Grand Final Tahu Bulat Cup di Tegalbuleud, Sukabumi, Kamis (3/7/2025) malam. Amuk massa ini dipicu oleh ketidakhadiran salah satu tim finalis yang membuat pertandingan batal digelar.

Dedi Mulyadi Dukung Penuh Razia Pesantren Ilegal untuk Hentikan Kekerasan Seksual

28 Juni 2025 - 19:21 WIB

Dengan raut wajah serius, Dedi Mulyadi menjelaskan bahaya pesantren ilegal yang menjadi sarang predator anak saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025).

Tolak PHK, Ratusan Karyawan PT Coin Baju Global Geruduk Pabrik di Cicurug

12 Juni 2025 - 17:07 WIB

Ratusan karyawan PT Coin Baju Global yang tergabung dalam FSB KIKES KSBSI melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik, Jalan Cimelati, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/6/2025). Mereka menolak kebijakan perusahaan yang akan memberhentikan karyawan dengan masa kerja lima tahun dan menuntut untuk diangkat menjadi karyawan tetap.

Penemuan Dramatis di Sagaranten: Pria Diduga ODGJ Ditemukan Telanjang dengan Luka Parah oleh Camat

12 Juni 2025 - 16:34 WIB

Seorang pria tanpa identitas ditemukan tergeletak lemas dan tanpa busana di area semak-semak Cekdam, Desa Datarnangka, Sagaranten, Kamis (12/6/2025). Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa ini kemudian dievakuasi oleh Forkopimcam Sagaranten untuk mendapatkan perawatan medis darurat. (Foto: Istimewa)
Trending di News