Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 25 Okt 2023 12:25 WIB

Gandeng Bea Cukai, Dinas Satpol PP Dan Damkar Kot Sukabumi Gempur Peredaran Rokok Ilegal


					Gandeng Bea Cukai, Dinas Satpol PP Dan Damkar Kot Sukabumi Gempur Peredaran Rokok Ilegal Perbesar

JENTERANEWS.com – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Sat Pol PP dan Damkar) Kota Sukabumi, kembali menggandeng Bea Cukai Bogor, dalam Training of Trainers (ToT) Pemberantasan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) Ilegal. Agenda yang bertujuan untuk menekan peredaran rokok ilegal tersebut, di buka langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, di salah satu Hotel Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Selasa (24/10).

Dalam sambutanya, Kusmana mengungkapkan, bahwa cukai merupakan salah satu penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan, dan oleh karenanya peredaran produk tembakau ilegal harus dihentikan karena merugikan negara. Kusmana juga mengamanatkan kepada para personil yang akan bertugas, untuk berkolaborasi dengan pihak bea cukai serta mengedepankan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

“Tapi, ini langkah awal kita memang harus bekerja sama dengan Bea Cukai. Kewenangan kita hanya sampai mengidentifikasi, preventif oleh petugas yang kita latih. Mengumpulkan data–data mana sih yang terindikasi cukai palsu atau tidak memiliki pita cukai,” jelasnya.

Baca Juga:   Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting, Wabup Berharap Pemkab Sukabumi Meraih Nilai Baik

Kusmana berharap, peserta pelatihan ini dapat memahami cara mengenal dan mengidentifikasi tembakau ilegal, dengan tujuan mengurangi peredaran barang ilegal tersebut.”Kita akan bertugas di lapangan. Kita adalah pengumpul informasi. Harus tahu tahapan-tahapannya, jangan melewati batas kewenangan, dan jangan salah melangkah. Dengan harapan pemberantasan BKCHT ilegal dapat berhasil, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi,” singkatnya.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Bogor, Erli Heryanto, mengungkapkan, peredaran rokok ilegal setiap tahunya alami kenaikan. Tahun sebelumnya saja tercatat ada sekitar 4 persen, dan tahun ini disinyalir berada di angka 5,5 persen.”Diharapkan sih, dengan nanti ada operasi bersama akan terus turun. Dan operasi bersama ini rutin. Makanya, masyarakat jangan memperjualbelikan rokok ilegal,” terangnya.

Ada dua penegakan hukum dalam penanganan rokok ilegal. Yakni, yang pertama melakukan sosialisasi dan edukasi serta melakukan penindakan dalam operasi bersama.”Dari segi sosialisasi, kami mengedukasi masyarakat untuk tidak memakai produk ilegal. Dengan begitu ketika pasarnya semakin menurun, otomatis peredarannya juga turun,” jelasnya.

Baca Juga:   Tinjau Alternatif Ruas Pamuruyan- Kebonrandu, Bupati" Dukung Akses Sosial, Ekonomi dan Pariwisata"

Untuk sangsi masyarakat yang menjual belikan rokok ilegal, ungkap Erli, sangsinya ancaman pidana minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun.”Seberapapun ditemukan adanya rokok ilegal disaat kita sedang melakukan operasi bersama, sangsinya ancaman pidana minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Pihaknya juga menargetkan, peredaran rokok ilegal bisa dibawah 3 persen. Makanya, kata Erli, terus gencar melakukan sosialisasi dan penindakan.”Ibu Menteri Keuangan, berharap dibawah 3 persen peredaran rokok ilegal. Yang jelas targetnya selalu menurun. Makanya kami juga terus genjot sosialisasi dan penindakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sat Pol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Ayi Jamiat menjelaskan, kegiatan ini merupakan awalan dari upaya pihaknya untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Para petugas yang mengikuti pelatihan nantinya akan disebar ke berbagai kecamatan untuk menghimpun informasi mengenai lokasi peredaran rokok ilegal.

“Kegiatan ini merupakan salah satu realisasi kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima oleh Pemerintah Kota Sukabumi,” jelasnya.

Baca Juga:   Tindaklanjuti Laporan Masyarakat, Kodim O622 Kab. Sukabumi Amankan Penjual Obat Terlarang Golongan G

Belum lama ini, lanjut Ayi, pada awal tahun pihaknya bersama POl PP Jabar mendapatkan sekitar 1800 batang rokok ilegal di 15 warung, yang ada di tiga wilayah. Yakni, Baros, Cibeureum, dan Lembursitu (BaCiLe).”Kalau tahun kemarin itu, hampir 4 ribu batang di perbatasan Kota dan Kabupaten Sukabumi,” bebernya.

Sebenarnya, kegiatan ini merupakan rangkaian DBHCHT di Pol PP Kota Sukabumi, dengan dibekali tekniknya untuk melaksanakan full info di lapangan.”Jadi, kita beli rokok ilegal sebagai sampel. Kalau, memang itu dipastikan rokok ilegal lalu dimasukan ke aplikasi rokok ilegal (Siroleg). Setelah itu kami meminta jadwal ke Kantor Bea Cukai untuk tindak lanjuti ke lapangan,” akunya.

Untuk itu Ayi juga berharap, kepada yang mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan bekal untuk bisa membedakan pita cukai yang ilegal dan legal.”Pita yang ilegal dan legal itu mirip. Makanya, dengan pelatihan ini teman-teman bisa mendeteksi mana yang ilegal dan bukan,” pungkasnya . (*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sukabumi, Sekda” Perlu Langkah Strategis Dan Preventif”

28 Februari 2024 - 14:11 WIB

Tingkatkan Pengawasan Orang Asing Di Kab. Sukabumi, Sekda" Perlu Langkah Strategis Dan Preventif"

Serahkan SPT PPH Tahun Pajak 2023, Jajaran Pimpinan Daerah Kab. Sukabumi Terima Penghargaan

27 Februari 2024 - 13:54 WIB

Serahkan SPT PPH Tahun Pajak 2023, Jajaran Pimpinan Daerah Kab. Sukabumi Terima Penghargaan

Wabup Buka Upgrading Munaqisy Forum Komunikasi Pendidikan Alquran Kabupaten Sukabumi

27 Februari 2024 - 13:47 WIB

Wabup Buka Upgrading Munaqisy Forum Komunikasi Pendidikan Alquran Kabupaten Sukabumi

Sebelum Jembatan Cipicung Ambruk, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Pastikan Sudah Di Anggarkan

26 Februari 2024 - 20:14 WIB

Sebelum Jembatan Cipicung Ambruk, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Pastikan Sudah Di Anggarkan

Kejar Target Nasional 14 Persen, Provinsi Jabar Gelar Rembuk Stunting Tahun 2024

26 Februari 2024 - 18:58 WIB

Kejar Target Nasional 14 Persen, Provinsi Jabar Gelar Rembuk Stunting Tahun 2024

Wabup Sukabumi Apresiasi Tatakelola Layanan Konsumen Operasi Pasar Beras SPHP DI Cibadak

26 Februari 2024 - 17:46 WIB

Wabup Sukabumi Apresiasi Tatakelola Layanan Konsumen Operasi Pasar Beras SPHP DI Cibadak
Trending di Kabar Daerah