JENTERANEWS.com – Semangat kebersamaan warga Kampung Lembur Tengah RT.016 RW.006, Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, patut diacungi jempol. Pada Minggu, 4 Mei 2025, mereka secara swadaya menggelar kegiatan gotong royong untuk memperbaiki akses jalan di lingkungan mereka. Aksi mandiri masyarakat ini pun mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Desa Cidolog.
Namun, di tengah gairah gotong royong tersebut, terselip pula suara-suara kritikan dari sebagian warga yang merasa pemerintah desa Cidolog kurang memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Cidolog, Dasep, memberikan klarifikasi. Dasep mengakui bahwa keinginan akan percepatan pembangunan desa adalah sesuatu yang juga sangat diharapkan oleh pemerintah desa, tidak hanya warga semata.
“Jelas keinginan percepatan pembangunan bukan hanya warga, sama pemerintah desa pun ingin desanya terbangun secara keseluruhan,” ujar Dasep. Senin (5/5/2025).
Kendati demikian, Dasep menjelaskan bahwa dengan adanya keterbatasan anggaran melalui Dana Desa (DD), tidak semua pengajuan pembangunan dari warga bisa terealisasi secara bersamaan atau sekaligus. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan desa didasarkan pada data dan kebutuhan prioritas masyarakat, bukan semata-mata didorong oleh keinginan sesaat atau individu.
Dasep memaparkan bahwa realisasi Dana Desa dilakukan berdasarkan keputusan hasil musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrembangdes) yang melibatkan berbagai komponen penting, seperti pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan masyarakat. Proses penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) tahunan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan desa sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat luas.

Suasana di salah satu sudut Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, di mana proses pembangunan terus berjalan sesuai rencana prioritas desa.
Lebih lanjut, Dasep merinci sejumlah kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa Tahap 1 tahun 2025 yang sedang dan hampir selesai dikerjakan. Proyek-proyek tersebut meliputi:
1. Pelebaran Jalan Usaha Tani (JUT) Tanjakan Manala.
2. Pelebaran JUT Cileuweung.
3. Pelebaran JUT ruas Carangcang-Cikarang.
4. Pembangunan podium/bale sawala.
5. Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Saluran air Kampung Cibule.
“Semua kegiatan tahap 1 hampir selesai, pembangunan podium sedang berjalan,” jelas Dasep.
Ia menjelaskan multifungsi pembangunan podium tersebut. Selain dapat digunakan sebagai tempat musyawarah pengurus kelompok seperti KP, KB, atau lembaga kemasyarakatan desa lainnya, podium ini juga dirancang untuk memfasilitasi kegiatan keagamaan seperti Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) karena lokasinya berdekatan dengan masjid besar. Tak hanya itu, podium ini juga diproyeksikan bisa dimanfaatkan untuk acara-acara sekolah seperti kenaikan kelas atau perpisahan SDN Cidolog, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Pembangunan podium/bale sawala di Desa Cidolog, salah satu kegiatan yang didanai dari Dana Desa Tahap 1 tahun 2025, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan dan musyawarah masyarakat.
Sementara itu, untuk Dana Desa Tahap 2, sejumlah rencana pembangunan prioritas juga telah ditetapkan, antara lain:
1. Pengaspalan alun-alun desa.
2. Pengaspalan jalan kaum/masjid besar.
3. Pengaspalan jalan ruas Cicariu-Perkebunan.
4. Pengaspalan jalan pasar.
5. Plesterisasi gang Cilutung.
6. Plesterisasi gang Sindangraja.
Dasep mengakui bahwa dalam Musrembangdes tahun sebelumnya, memang banyak usulan yang masuk dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (DU RKPDes), termasuk usulan perbaikan jalan di Kampung Lembur Tengah. Hal ini mengindikasikan bahwa usulan tersebut telah tercatat dalam perencanaan desa, meskipun realisasinya disesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran desa pada tahapan berikutnya.(*)
Laporan: Ari Ajo
Editor Hamjah















