Menu

Mode Gelap

News · 7 Mar 2024 18:36 WIB

Harga Beras Dan Pupuk Naik Tapi Harga Gabah Tidak Naik, Ratusan Mahasiswa di Sukabumi Minta Stabilkan Harga


					Aliansi Mahasiswa Sukabumi Bergerak berunjuk rasa di Balai Kota Sukabumi dan gedung DPRD Kota Sukabumi Perbesar

Aliansi Mahasiswa Sukabumi Bergerak berunjuk rasa di Balai Kota Sukabumi dan gedung DPRD Kota Sukabumi

JENTERANEWS.com – Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Sukabumi Bergerak berunjuk rasa di Balai Kota Sukabumi dan gedung DPRD Kota Sukabumi, Kamis (7/3/2024). Mereka nyaris masuk ke gedung DPRD namun berhasil dihalau oleh aparat kepolisian.

Para mahasiswa tersebut membawa beberapa bendera organisasi. Mereka juga nampak membawa spanduk ‘Harga Beras Melangit Rakyat Menjerit,’ ‘Jadi Miskin di Negara Kaya,’ dan ‘Untuk 1 Keluarga Mengorbankan 1 jt Keluarga.

Massa melakukan demo dengan dipimpin satu mobil komando. Mereka long march dari Lapang Merdeka menuju Balai Kota Sukabumi, DPRD Kota Sukabumi dan berakhir di Tugu Adipura. Saat berada di gedung DPRD Kota Sukabumi, massa nampak beberapa kali mencoba masuk sambil menyuarakan revolusi.

Aksi saling dorong pun tak terhindari. Massa sempat terpecah dan terbagi di dua sisi gerbang DPRD. Di sisi lain polisi memasang barikade untuk menghalau massa.

Saat massa akan berlanjut menuju Tugu Adipura, salah satu gerbang DPRD Kota Sukabumi dibuka. Sontak beberapa mahasiswa yang mulanya akan menuju Tugu Adipura berbalik arah dan masuk ke gedung DPRD.

Para anggota polisi yang membawa tameng langsung mendekati mahasiswa dan menghalau mereka masuk ke area gedung DPRD. Sempat terjadi adu mulut namun akhirnya mahasiswa keluar dan menuju Tugu Adipura.

Koordinator Aksi Angga Fauzi mengatakan mahasiswa turun ke jalan karena miris dengan kondisi harga pangan di Kota Sukabumi. Menurutnya, pemerintah dan DPRD harus tegas dalam menangani persoalan tersebut.

“Kita meminta agar pemerintah daerah khususnya DPRD bisa kembali menstabilkan harga beras di Sukabumi, kita juga meminta agar pemerintah menyerap gabah-gabah kering dari petani, karena mayoritas penyerapnya masih dari swasta,” kata Anggi

Selain dua hal tersebut, mahasiswa juga menolak kebijakan impor beras. Pasalnya, kata dia, pada April 2024 sudah memasuki masa panen raya maka hal itu dapat merugikan petani.

“Tentu bicara impor beras kita tolak keras karena bulan April akan panen raya. Petani banyak yang ngeluh, di saat harga beras naik tapi harga gabah tidak naik signifikan. Tidak berbanding lurus dengan harga beras,” ujarnya.

“Petani mengeluh harga pupuk ikut melambung tinggi tapi harga gabah tidak (naik). Sehingga ini jadi keresahan petani dan petani juga mendengar wacana impor beras yang digelontorkan pemerintah pusat ini benar-benar menyakiti petani,” sambungnya.

Mahasiswa menilai, kenaikan harga beras saat ini merupakan yang tertinggi selama 30 tahun terakhir. Namun sayangnya, upaya pemerintah dan DPRD belum optimal dalam mengendalikan harga beras.

“Terlebih kita akan masuk ke bulan Ramadan, kami sangat-sangat mendesak pemerintah daerah di Kota Sukabumi harus mampu menstabilkan harga beras,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News