JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (3/8/2025) petang, mengakibatkan sebuah rumah warga di Desa Sukamanah ambruk. Akibat peristiwa ini, satu keluarga yang terdiri dari tujuh jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa nahas ini menimpa rumah milik Bapak Eful Saefullah di Kampung Rambay Kaler, Gg. Pelukis RT 003 RW 001. Menurut laporan yang disampaikan oleh P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) Cisaat, Imam, insiden terjadi sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang turun selama kurang lebih dua jam.
“Awalnya, hujan sore hari menyebabkan bagian atap rumah yang terbuat dari GRC pecah dan runtuh sebagian,” jelas Imam dalam laporannya. “Kemudian, hujan susulan yang turun membuat kondisi semakin parah hingga bagian tengah rumah, satu kamar, beserta suhunan (kerangka atap) ambruk total.”
Kondisi bangunan yang tersisa kini sangat mengkhawatirkan dan dinilai rawan untuk ambruk seluruhnya, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dihuni.
Akibat kejadian tersebut, Bapak Eful Saefullah beserta istri dan kelima anaknya yang masih kecil harus dievakuasi. Keluarga ini terdiri dari dua orang dewasa, seorang anak laki-laki kelas 2 SMP (14 tahun), seorang anak laki-laki kelas 3 SD, seorang anak perempuan kelas 2 SD, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, dan seorang balita laki-laki berusia 2 tahun.
“Untuk saat ini, seluruh penghuni rumah telah mengungsi di Posyandu Kancil Putih 1. Evakuasi ini dilakukan demi keamanan, terutama mengantisipasi potensi ambruk susulan di malam hari,” tambah Imam.
Rumah permanen tersebut dikategorikan RUSAK BERAT dengan taksiran kerugian materiel mencapai sekitar Rp 50.000.000. Kebutuhan mendesak bagi keluarga korban saat ini meliputi bahan material bangunan untuk perbaikan, sandang pangan, serta peralatan dapur untuk menunjang kehidupan sehari-hari di pengungsian.
Tim gabungan dari berbagai instansi telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Personel yang terlibat antara lain P2BK Cisaat, TAGANA, perangkat Desa Sukamanah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan pihak Kecamatan Cisaat.
“Kami telah melakukan asesmen ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta muspika setempat. Kami juga mengimbau warga agar senantiasa waspada, terutama jika hujan deras terus-menerus turun di wilayah rawan bencana,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, puing-puing material bangunan masih berserakan. Warga sekitar bersama petugas bergotong royong untuk mulai membersihkan lokasi. Langkah selanjutnya adalah membuat laporan kejadian resmi sebagai dasar untuk mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah.(*)
Kor : Husni
Redaktur: Hamjah














