JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Curugkembar pada Selasa (19/11/2024) sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah. Peristiwa ini terjadi di Kampung Pasirturaes RT 01/06, Desa Curugkembar.
Akibat bencana tersebut, jalan desa mengalami kerusakan parah hingga putus total. Selain itu, satu rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) atau sekitar 5 jiwa mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut milik Bapak Cecep dan Bapak Muplih.
Suryana, selaku petugas dari Pusat Pengendalian Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, Polsek, dan pihak terkait lainnya untuk melakukan assessment di lokasi kejadian.
“Kami telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana dan saat ini sedang berupaya untuk menangani dampak yang ditimbulkan,” ujar Suryana.
Untuk memperbaiki kerusakan akibat pergerakan tanah, P2BK Curugkembar sangat membutuhkan bantuan material berupa bronjong dan batu belah. Material-material tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jalan yang putus dan memperkuat struktur tanah yang labil.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati, karena kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi menimbulkan bencana serupa,” tambah Suryana.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Curugkembar pada Selasa (19/11/2024) sekitar pukul 18.00 WIB mengakibatkan terjadinya pergerakan tanah. Peristiwa ini terjadi di Kampung Pasirturaes RT 01/06, Desa Curugkembar.
Akibat bencana tersebut, jalan desa mengalami kerusakan parah hingga putus total. Selain itu, satu rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) atau sekitar 5 jiwa mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut milik Bapak Cecep dan Bapak Muplih.
Suryana, selaku petugas Penanganan Bencana Kecamatan (P2BK) Curugkembar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, Polsek, dan pihak terkait lainnya untuk melakukan assessment di lokasi kejadian.
“Kami telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana dan saat ini sedang berupaya untuk menangani dampak yang ditimbulkan,” ujar Suryana.
Untuk memperbaiki kerusakan akibat pergerakan tanah, P2BK Curugkembar sangat membutuhkan bantuan material berupa bronjong dan batu belah. Material-material tersebut akan digunakan untuk memperbaiki jalan yang putus dan memperkuat struktur tanah yang labil.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati, karena kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi menimbulkan bencana serupa,” tambah Suryana.
Suryana mengingatkan warga sekitar untuk selalu mengikuti arahan dari petugas dan tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi bencana. Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda terjadinya pergerakan tanah.(*)















