JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Senin sore (16/6/2025) menyebabkan bencana banjir dan longsor di tiga titik di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, sejumlah rumah terendam banjir dan sebuah saluran irigasi penting amblas, mengancam permukiman warga di sekitarnya.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Rival dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Sukaraja, kejadian bermula sekitar pukul 17:00 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi turun secara terus-menerus.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak sore hari menyebabkan luapan di beberapa saluran air secara bersamaan di tiga lokasi berbeda,” ujar Rival dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).
Dampak paling signifikan dirasakan di Kampung Cimahpar RT 005/002, Desa Pasirhalang. Luapan Sungai Cimahpar yang berada persis di samping kantor Bulog menerjang dan merendam dua rumah warga. Total, sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) dengan 11 jiwa terdampak, yaitu keluarga Ibu Neneng (3 KK, 7 jiwa) dan keluarga Ibu Chitra (1 KK, 4 jiwa).
Selain merendam rumah, derasnya arus juga menyebabkan amblasnya dinding saluran irigasi di lokasi yang sama. Kerusakan ini dinilai sebagai dampak paling krusial dari bencana kemarin.
Sementara itu, di lokasi kedua, Kampung Subang RT 001/022, Desa Sukaraja, luapan air dari saluran irigasi dilaporkan melimpas hingga ke badan jalan. Di titik ketiga, Kampung Nyalindung RT 003/013, Desa Sukaraja, air dari selokan masuk hingga ke bagian toilet rumah milik Bapak Dede.
Menindaklanjuti laporan warga, tim gabungan segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen. Tim terdiri dari TAGANA Sukaraja, Pusat Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Camat Sukaraja, Satpol PP, Babinkamtibmas, Babinsa, serta unsur desa dan relawan.
“Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi bencana,” tambah Rival.
Hingga laporan ini diturunkan, sebagian dampak luapan air telah berhasil ditangani oleh tim di lapangan. Meskipun kerusakan diklasifikasikan ringan dan tidak ada warga yang mengungsi, satu masalah besar masih menanti.
“Kondisi saluran irigasi yang amblas di Kampung Cimahpar belum tertangani dan menjadi prioritas utama. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembenahan aliran sungai dan irigasi tersebut untuk mencegah erosi lebih lanjut dan potensi banjir susulan,” tegasnya.
Pihak berwenang terus memantau situasi dan merencanakan langkah-langkah perbaikan permanen, terutama pada infrastruktur irigasi yang rusak.(*)
Kor: Fajar
Redaktur: Hamjah















