JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak serius pada infrastruktur vital. Sedikitnya lima jaringan irigasi dan satu jembatan utama mengalami kerusakan berat, mengganggu akses warga dan kelancaran sektor pertanian di tiga kecamatan.
Kerusakan terparah teridentifikasi di wilayah Kecamatan Cisolok, Cikakak, dan Warungkiara. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, merinci bahwa lima jaringan irigasi yang terdampak meliputi Irigasi Cikakak, Sukawayana, Cisigung, Cimarinjung, dan Warungkiara.
“Banyak tebing longsor yang menutup saluran irigasi hingga menyebabkan kerusakan cukup berat,” ujar Edi kepada awak media, Rabu (05/11/2025), menggarisbawahi parahnya dampak yang ditimbulkan material longsor.
Jembatan Kritis, Jembatan Darurat Dibangun
Selain jaringan irigasi, akses transportasi warga juga terancam setelah Jembatan Ciranji di Desa Gandasoli, Kecamatan Cikakak, dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan pada jembatan tersebut dipicu oleh derasnya aliran air yang menggerus abutmen jembatan, yang merupakan struktur penopang utama.
Menanggapi kondisi kritis ini, petugas PU bersama warga langsung bergotong royong membangun jembatan darurat. Jembatan sementara tersebut dibuat menggunakan material batang pohon kelapa dengan dimensi sekitar panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,5 meter.
Koordinasi dan Upaya Pemulihan Cepat
Edi Mulyadi memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan terus berupaya mempercepat penanganan. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk langkah penanganan lebih lanjut.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi agar penanganan bisa segera dilakukan. Jembatan sudah kami inventarisasi dan ajukan untuk perbaikan permanen,” jelas Edi.
Saat ini, petugas gabungan masih fokus pada upaya pembersihan material longsor yang menimbun saluran irigasi serta melakukan perbaikan ringan agar fungsi irigasi dan akses warga yang terputus dapat segera dipulihkan. Upaya ini menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat, terutama sektor pertanian, tidak terhenti total.
Semoga perbaikan permanen dapat segera terealisasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran akses warga di wilayah tersebut.
Editor : Mia















