JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, memicu bencana hidrometeorologi pada Jumat pagi (23/1/2026). Peristiwa ini mengakibatkan tanggul Irigasi Sukawayana jebol dan menghantam permukiman warga.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut berlokasi di Kampung Gunung Batu, RT 004 RW 003, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak. Dampak dari luapan air irigasi yang tak terbendung menyebabkan kerusakan fatal pada satu unit rumah warga.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikakak, Agus Mahardika, dalam laporan resminya menjelaskan bahwa jebolnya irigasi tersebut langsung berdampak pada struktur bangunan di sekitarnya.
“Cuaca ekstrem menyebabkan debit air meningkat drastis hingga Irigasi Sukawayana jebol. Air kemudian menghantam rumah milik Bapak Aep, mengakibatkan dapur dan kamar tidur roboh seketika,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, rumah tersebut dikategorikan mengalami rusak berat. Meski kerusakan material cukup parah, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pemilik rumah beserta keluarganya saat ini telah dievakuasi dan mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keamanan.
Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Cikakak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, serta perangkat Desa Sukamaju dan Kecamatan Cikakak langsung bergerak ke lokasi. Petugas melakukan kaji cepat (asesmen) dan berkoordinasi untuk penanganan darurat.
“Kami juga memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan,” tambah Agus.
Berdasarkan pendataan awal, korban terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat untuk perbaikan hunian dan kebutuhan sehari-hari. Adapun kebutuhan mendesak meliputi: Material bangunan (Kayu, genteng, triplek, paku, dan terpal), perabotan rumah tangga dan bantuan logistik sandang dan pangan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi dan masyarakat bergotong-royong membersihkan puing-puing reruntuhan. Pihak BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan situasi dan siap menerima laporan lanjutan jika terdapat perubahan data di lapangan.(*)
Editor: Hamjah















