JENTERANEWS.com – Kesabaran puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya habis. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di ruas Jalan Caringin–Cidahu pada Kamis (5/6/2025) siang, menuntut pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan yang hancur dan membahayakan pengguna jalan.
Aksi yang digelar tepat di depan Perumahan Bukit Cidahu Asri, Desa Pondokkaso Tonggoh ini dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Massa yang didominasi oleh para pemuda membentangkan berbagai spanduk dan poster bernada protes. Suasana semakin ramai ketika sejumlah sopir angkutan umum yang melintas secara spontan menghentikan kendaraannya dan ikut menyuarakan aspirasi yang sama.

Sejumlah pemuda dan warga memblokade sebagian ruas Jalan Caringin–Cidahu, tepatnya di depan Perumahan Bukit Cidahu Asri, Kamis (5/6/2025). Aksi ini menjadi puncak kekesalan warga setelah keluhan mereka mengenai jalan rusak tak kunjung ditanggapi oleh pemerintah daerah.
Koordinator aksi, Rifan, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan puncak dari kegeraman warga yang selama ini merasa aspirasinya diabaikan. Menurutnya, berbagai keluhan yang disampaikan melalui media sosial tidak pernah mendapatkan respons serius dari pihak berwenang.
“Ini adalah bentuk kejutan dari kami karena protes di dunia maya tidak didengar. Kalau aksi ini tidak juga ditanggapi, kami pastikan akan menggelar aksi yang lebih besar lagi,” tegas Rifan di hadapan massa.
Ia menegaskan bahwa tuntutan warga bukanlah sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya meminta hak dasar atas infrastruktur yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami tidak minta pembangunan mewah. Kami hanya ingin jalan yang bisa kami lalui dengan aman dan nyaman untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas lainnya,” ujarnya.
Kerusakan jalan yang parah, lanjut Rifan, telah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi kehidupan warga. Waktu tempuh menjadi lebih lama, operasional angkutan umum terganggu, dan biaya perawatan kendaraan, terutama sepeda motor, membengkak.
“Waktu tempuh jadi lebih lama, angkutan umum terganggu, dan motor cepat rusak karena harus sering ganti sparepart. Ini jelas sangat merugikan kami secara ekonomi,” keluhnya.
Rifan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap birokrasi di tingkat desa. Menurutnya, setiap kali keluhan disampaikan, warga hanya menerima janji tanpa realisasi yang jelas.
“Selalu dijanjikan tapi tidak ada tindakan nyata. Kalau memang mau dibangun, beri kami informasi yang pasti, baik secara digital maupun non-digital. Kami butuh kejelasan, bukan hanya janji manis,” tandasnya.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Uus Iskandar , berdialog dengan koordinator aksi saat warga memprotes kondisi jalan yang hancur di Cidahu, Sukabumi. Pemerintah berjanji akan memulai perbaikan pada Juli 2025 mendatang.
Menanggapi gejolak warga, Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Uus Iskandar, langsung mendatangi lokasi aksi. Di hadapan para pengunjuk rasa, ia memberikan kepastian bahwa perbaikan ruas Jalan Caringin–Cidahu akan segera direalisasikan.
“Insya Allah, bulan Juli pekerjaan akan dimulai. Saat ini sedang dalam proses,” jelas Uus.
Ia memastikan bahwa pihaknya akan mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada instansi terkait, termasuk pihak kecamatan dan desa, sebelum proyek perbaikan dimulai. Warga pun diminta untuk bersabar dan mengawal janji yang telah disampaikan oleh pemerintah.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah















