JENTERANEWS.com – Warga Kampung Pasirkaliki, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan usaha tani (JUT) yang selama ini hanya berupa tanah merah penghubung Pasirkaliki-Cibeas kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, jalan tersebut akan dibangun dengan perkerasan yang lebih baik, lengkap dengan talud, TPT, dan jembatan.
Meskipun pembangunan jalan ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti medan yang sulit dan kondisi cuaca yang sering hujan menyebabkan longsor, namun semangat para pekerja dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sugih Mukti tidak pernah padam. Mereka tetap berjuang untuk menyelesaikan proyek ini, meski harus bersaing dengan musim tanam di sawah.
Pardi, Ketua Gapoktan Sugih Mukti, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, atas perhatian yang diberikan terhadap infrastruktur pertanian di wilayah mereka.
“Kami berjanji akan mengerjakan proyek ini secara maksimal dan mengutamakan kualitas agar jalan usaha tani ini dapat bermanfaat dalam jangka waktu yang lama.” kata Pardi Minggu (24/11/2024)
Pembangunan jalan usaha tani memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan adanya jalan yang layak, petani akan lebih mudah mengangkut hasil panen, mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas, serta mempermudah mobilitas mereka dalam melakukan aktivitas pertanian.
“Selain itu, pembangunan JUT juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Pasirkaliki-Cibeas. Aksesibilitas yang lebih baik akan membuka peluang bagi pengembangan usaha pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” ucapnya.
Diharapkan dengan selesainya pembangunan jalan usaha tani ini, petani di wilayah Pasirkaliki-Cibeas dapat lebih sejahtera dan produktif. “Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian di wilayah kami,”pungkasnya (*)















