Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 17 Sep 2025 11:33 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Surade, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah


					Sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan kobaran api yang melalap Pasar Surade di Sukabumi, Selasa (16/9/25) malam. Terbatasnya armada pemadam membuat upaya penanganan kebakaran berjalan lambat hingga bantuan dari pos lain tiba di lokasi. Perbesar

Sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan kobaran api yang melalap Pasar Surade di Sukabumi, Selasa (16/9/25) malam. Terbatasnya armada pemadam membuat upaya penanganan kebakaran berjalan lambat hingga bantuan dari pos lain tiba di lokasi.

JENTERANEWS.com – Kebakaran hebat melanda Pasar Surade di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (16/9/25) malam. Api yang pertama kali terlihat sekitar pukul 23.15 WIB dengan cepat membesar, melalap puluhan kios dan membuat suasana pasar mencekam.

Kronologi Kejadian dan Upaya Pemadaman

Api diketahui pertama kali muncul dari bagian belakang Toko Merpati dan langsung membesar. Menurut Lalan, salah seorang warga di lokasi, kobaran api menjulang tinggi ke langit. Kepanikan semakin memuncak karena listrik di area pasar padam total, membuat kondisi gelap gulita.

Warga sekitar berupaya menyelamatkan diri dan mengevakuasi barang-barang dagangan mereka. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api. Namun, terbatasnya armada menjadi kendala utama.

“Di Surade hanya ada dua mobil damkar, jadi mereka harus bolak-balik mengambil air ke Sungai Cibarehong,” ujar Lalan.

Akibatnya, hingga Rabu (17/9/25) dini hari pukul 02.00 WIB, api masih terus berkobar. Bantuan tambahan akhirnya tiba dengan empat mobil damkar dari pos lain, yang mempercepat upaya pemadaman.

Camat Surade, U. Suryana, menjelaskan bahwa kebakaran sulit dikendalikan karena api melahap tumpukan sembako dan tepung terigu. “Karena banyak tumpukan tepung dan sembako, api semakin sulit dikendalikan,” ungkapnya.

Petugas Damkar terus berupaya hingga pukul 05.25 WIB untuk memastikan api benar-benar padam dengan melakukan proses pendinginan.

Dugaan Sumber Api dan Kerugian

Berdasarkan keterangan Camat Suryana, sumber api diduga berasal dari kios atau gudang milik Haji Adi, salah seorang pedagang setempat. Tim gabungan juga sempat mengamankan barang-barang di ruko konter HP dan pakaian agar tidak ikut terbakar.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 71 kali

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.
Trending di Peristiwa