Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 24 Agu 2025 18:43 WIB

Kehabisan Bensin di Tanjakan, Angkot yang Membawa Dua Ibu Hamil Terguling ke Parit


					Kondisi angkot F-1994-OR yang mengalami kecelakaan tunggal di Cikembar, Sukabumi, Sabtu (23/8/2025). Angkot yang membawa dua ibu hamil ini terbalik ke parit karena kehabisan bensin di tanjakan. Perbesar

Kondisi angkot F-1994-OR yang mengalami kecelakaan tunggal di Cikembar, Sukabumi, Sabtu (23/8/2025). Angkot yang membawa dua ibu hamil ini terbalik ke parit karena kehabisan bensin di tanjakan.

JENTERANEWS.com – Sebuah angkutan kota (angkot) trayek Lembursitu–Cikembang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Pelabuhan II Km 14, Sukabumi, pada Sabtu (23/8/2025) siang. Kendaraan bernomor polisi F-1994-OR tersebut terbalik dan masuk ke dalam parit saat membawa dua penumpang yang merupakan ibu hamil.

Peristiwa nahas yang terjadi di Kampung Bojong Warung RT 02/03, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 12.15 WIB ini sontak menarik perhatian warga sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden tersebut.

Kapolsek Cikembar, AKP Erustiana, dalam keterangan resminya pada Minggu (24/8/2025), membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya, kecelakaan dipicu oleh masalah sepele namun berakibat fatal.

“Angkot yang dikemudikan oleh M (55 tahun), warga Kecamatan Gunungguruh, melaju dari arah Sukabumi menuju Palabuhanratu. Saat melintasi tanjakan setelah Jembatan Dua, mesin kendaraan mendadak mati,” ungkap Erustiana.

Penyebab matinya mesin ternyata karena angkot tersebut kehabisan bahan bakar. Akibatnya, kendaraan kehilangan tenaga di tanjakan dan mulai bergerak mundur tak terkendali. “Karena tidak dapat dikendalikan, angkot kemudian terperosok ke parit di sisi kiri jalan hingga dalam posisi terbalik,” tambahnya.

Evakuasi Dramatis Dua Ibu Hamil

Saat kejadian, angkot tersebut hanya ditumpangi oleh dua orang penumpang yang keduanya sedang hamil. Mereka diketahui merupakan karyawati pabrik PT Glostar Indonesia (GSI) yang hendak pulang kerja.

Warga yang melihat kejadian tersebut bersama aparat kepolisian segera memberikan pertolongan. “Sopir bersama kedua ibu hamil langsung dievakuasi ke Klinik DCMC Cikembar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Erustiana.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan sang sopir tidak mengalami luka serius, hanya menderita syok dan benturan ringan di bagian dada. Sementara itu, kondisi kedua penumpang berbeda.

Penumpang berinisial AD (31), warga Kecamatan Ciracap, dinyatakan dalam kondisi sehat dan stabil, sehingga diperbolehkan pulang. Namun, penumpang lainnya, DA (28), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, harus dirujuk ke Rumah Sakit Al-Mulk untuk pemeriksaan lebih intensif.

“Alhamdulillah tidak ada korban luka berat. Namun, satu penumpang kami sarankan dirujuk untuk observasi lebih lanjut demi memastikan keselamatan dan kesehatan kandungannya,” tutur Erustiana.

Pihak kepolisian telah menangani insiden ini. Mengingat tidak ada korban serius, kasus kecelakaan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak pengurus angkot dengan keluarga penumpang. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya

Terlindas Minibus di Jalur Parungkuda, Pekerja Perempuan Jadi Korban Dugaan Tabrak Lari

10 April 2026 - 09:27 WIB

Warga berkumpul di dekat tubuh korban, SJN (20), yang tergeletak di jalan di Kampung Pangadegan, Parungkuda, Sukabumi, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dramatis pada Kamis malam (9/4/2026). Di latar belakang terlihat toko yang terang benderang. Kejadian tersebut terekam CCTV.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Regulasi Kawasan Kumuh: Dinilai Jadi Batu Sandungan Pemerataan Infrastruktur Desa

27 Maret 2026 - 20:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, memberikan keterangan kepada media mengenai kebijakan penetapan kawasan kumuh yang dinilai membatasi pemerataan pembangunan infrastruktur, Jumat (27/3/2026).
Trending di Kabar Daerah