Menu

Mode Gelap

News · 12 Jun 2024 16:20 WIB

Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang


					Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang Perbesar

JENTERANEWS.com – Kondisi korban keracunan massal yang diduga akibat makanan dari acara syukuran persiapan nikahan di Sagaranten semakin memburuk, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang. Rabu (12/6/2024).

Direktur RSUD Sagaranten Dr Hikmat Gumelar, mengatakan dua korban meninggal itu merupakan warga Kecamatan Curugkembar dan warga kecamatan Sagaranten.

“Korban yang meninggal pertama pada Senin 10/6 sekitar pukul 23.05 yaitu Nasyifa Rahayu yang masih berusia 9 tahun warga kampung Singaparna Rt 06 Rt 01 Desa Mekartanjung Kecamatan Curugkembar.

“Dan korban meninggal dunia yang kedua hari ini Rabu 12/06/2024) sekira pukul 12.40 Wib adalah seorang lansia bernama Nandang (54) warga Kampung Cimanggir Rt 09 Rw 01 Desa Pasanggrahan Kecamatan Sagaranten.” kata Dr Hikmat.

Baca Juga:   Polsek Sagaranten Lakukan Pamwal Pemindahan Kotak dan Surat Suara Dari KPUD Sukabumi

Dia mencatat korban keracunan yang di duga dari makanan acara syukuran persiapan besanan yang masuk ke RSUD Sagaranten jumlah totalnya 44 orang.

“Dari 44 orang pasien keracunan tersebut, 13 oran pasien sudah pulang kerumahnya, 29 orang masih menjalani perawatan, dan 2 orang meninggal dunia,” paparnya.

Dirut RSUD Sagaranten mengaku sempat kekurangan obat walaupun kemarin ada bantuan obat dari gudang farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dan bantuan dari beberapa puskesmas di wilayah VII Kabupaten Sukabumi berupa cairan infusan

Baca Juga:   Kesurupan Masal di Tegalbuled, Puluhan Siswa SMP Lemas, Lalu Tertawa Terbahak-bahak

“Untuk hari kemarin stok obat di apotik RSUD Sagaranten sempat kekurangan, bahkan kami sempat pinjam pake dan mendapatkan bantuan dari dina juga dari beberapa Puskesmas di wilayah VII, mungkin cukup sampai sore ini, kami pun sedang meminjam obat ke apotik rumah sakit Sekarwangi agar pasien bisa tertangani,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Puskesmas Sagaranten Sudarna Sukmana SKM, menjelaskan data pasien keracunan makanan yang masuk Puskesmas Sagaranten berjumlah 91 orang.

Baca Juga:   Warga Kebon Pedes Sukabumi Kembali Mendapatkan Motornya Lagi Setelah Beberapa Waktu Sempat Hilang

“Total keseluruhan yang masuk Puskesmas Sagaranten adalah 91 orang, namun sebanyak 64 orang sudah pung, dan 27 orang masih di rawat,” terangnya.

Penanganan pasien keracunan yang di duga dari makanan di Sagaranten dilakukan di tiga tempat yaitu RSUD Sagaranten, Puskesmas Sagaranten, dan Puskesmas Curugkembar. Namun jenteranews.com belum mendapatkan data tersebut dari Puskesmas Curugkembar.

Adapun data terakhir hari Selasa (11/6/2024) kemarin Pasien yang masuk Puskesmas Curugkembar berjumlah 54 orang, dari 54 orang tersebut 5 orang di rujuk ke RSUD Sagaranten termasuk yang meninggal dunia.(*)

Artikel ini telah dibaca 368 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Dua Hari Tak Keluar Kamar Ternyata Pria Paruh Baya Di Cikole Sukabumi Meninggal Dunia

20 Juli 2024 - 18:07 WIB

Dua Hari Tak Keluar Kamar Ternyata Pria Paruh Baya Di Cikole Sukabumi Meninggal Dunia

Ribuan Peserta Mengikuti Porsadin, Bupati” Membentuk Anak Berkualitas Dan Berakhlak Mulia”

20 Juli 2024 - 16:55 WIB

Ribuan Peserta Mengikuti Porsadin, Bupati" Membentuk Anak Berkualitas Dan Berakhlak Mulia"

Buka Kegiatan PKU Akbar 2024, Bupati” Membentuk Pola Pikir Pengusaha Jangan Terpaku Jadi Pekerja”

18 Juli 2024 - 16:11 WIB

Sembilan Desa Di Kecamatan Ciemas Laksanakan Knowledge Sharing Perencanaan Terpadu

18 Juli 2024 - 15:57 WIB

Sembilan Desa Di Kecamatan Ciemas Laksanakan Knowledge Sharing Perencanaan Terpadu

Rapat Dinas Bulan Juli, Bupati Ajak Jajarannya Bekerja Sebaik Baiknya Sesuai Koridor

17 Juli 2024 - 18:57 WIB

Rapat Dinas Bulan Juli, Bupati Ajak Jajarannya Bekerja Sebaik Baiknya Sesuai Koridor

Wabup Hadiri Hut Ke 14 BNPT Dan Peresmian Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana

17 Juli 2024 - 18:37 WIB

Wabup Hadiri Hut Ke 14 BNPT Dan Peresmian Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana
Trending di News
error: Content is protected !!