Menu

Mode Gelap

Kriminal · 20 Okt 2025 12:44 WIB

Kriminalitas Jalanan Sukabumi: Pelajar SMK Dibacok OTK saat Berangkat Sekolah, Polisi Selidiki Motif


					Angga (17), pelajar SMK Tehnika Cisaat, terbaring di ruang perawatan RSUD Sekarwangi, Cibadak, setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat berangkat sekolah di Karangtengah, Senin (20/10). Angga mengalami luka bacok serius di bagian kepala. Perbesar

Angga (17), pelajar SMK Tehnika Cisaat, terbaring di ruang perawatan RSUD Sekarwangi, Cibadak, setelah menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat berangkat sekolah di Karangtengah, Senin (20/10). Angga mengalami luka bacok serius di bagian kepala.

JENTERANEWS.com – Kekerasan di jalanan Kabupaten Sukabumi kembali memakan korban. Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tehnika Cisaat berinisial Angga (17), menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan menuju sekolahnya pada Senin (20/10/2025) pagi.

Insiden brutal ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di tengah kemacetan lalu lintas di wilayah Karangtengah, Kecamatan Cibadak. Angga yang saat itu dibonceng sepeda motor oleh temannya, Arvhy Agustian (17), dari arah Nagrak, tiba-tiba diserang dari belakang tanpa peringatan.

Menurut keterangan saksi mata, Arvhy Agustian, peristiwa terjadi begitu cepat dan mengejutkan. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan raya saat itu sedang padat merayap.

“Saya lagi ngobrol [dengan korban], lagi macet di jalan, tiba-tiba dari belakang datang ngebacok dan langsung lari,” ungkap Arvhy di RSUD Sekarwangi.

Arvhy menuturkan, pelaku diduga menggunakan golok sebagai senjata penyerangan. Pelaku yang hanya seorang diri terlihat mengenakan jaket, kupluk, dan celana abu-abu sebelum melarikan diri ke arah gang kecil di depan Masjid Asalam.

“Itu satu orang yang ngebacok, pake jaket, pake celana abu-abu. Pake golok ngebacoknya,” tambah Arvhy.

Akibat serangan mendadak tersebut, Angga mengalami luka bacok di bagian kepala dan segera dilarikan ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk mendapatkan penanganan medis. Seragam sekolah korban terlihat penuh bercak darah.

Pihak sekolah SMK Tehnika Cisaat membenarkan insiden ini. Guru korban, Herfi Herfian, memastikan bahwa pihak sekolah akan segera melaporkan kasus penyerangan ini kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Korban mengalami luka bacok di kepala. Pihak sekolah pun akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” ujar Herfi Herfian.

Hingga saat ini, motif di balik aksi pembacokan terhadap pelajar ini masih menjadi misteri. Polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Beberapa dugaan yang diselidiki polisi terkait motif penyerangan, antara lain:

  1. Serangan Spontan atau Gangguan Kejiwaan: Pelaku mungkin melakukan aksinya tanpa motif yang jelas.
  2. Salah Sasaran: Pelaku bisa saja mengira korban adalah target lain, mengingat sejumlah kasus kekerasan jalanan, tawuran, atau aksi balas dendam antar kelompok sering terjadi di wilayah tersebut.

Kasus pembacokan yang terjadi pada pagi hari di tengah keramaian ini menunjukkan tingginya tingkat kriminalitas jalanan yang memerlukan perhatian serius dari aparat keamanan dan semua pihak terkait, demi menjamin keamanan para pelajar saat menuju dan pulang dari sekolah.(*)


Reporter: Awang 

Redaktur: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Baru Saja Jual Getah Karet, Uang Rp35 Juta Milik Pengepul di Hegarmulya Digasak Pencuri

27 Februari 2026 - 09:24 WIB

Aparat kepolisian melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pembobolan warung pengepul hasil tani di Cidadap, Sukabumi. Pelaku diduga memanjat dinding bagian belakang bangunan setinggi kurang lebih tiga meter untuk melancarkan aksinya.

Hendak Siapkan Makan Sahur, Warga Cidadap Sukabumi Syok Warungnya Dibobol Maling, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

26 Februari 2026 - 23:10 WIB

Aparat kepolisian bersama warga setempat saat melakukan pemeriksaan dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di area bangunan warung milik H. Suhana di Kampung Cijengkol, Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/2/2026).

Nasib Pilu Pengelola SPPG Sukabumi: Mobil Dipepet, Uang Gaji Relawan Rp191 Juta Melayang

31 Januari 2026 - 12:37 WIB

Anggota Polsek Sukaraja saat memeriksa kondisi ban mobil Honda Mobilio bernopol B 2211 UFG yang menjadi sasaran aksi pencurian modus gembos ban di Sukaraja, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). Dalam insiden ini, uang tunai Rp191 juta raib digasak pelaku.

Gerak Cepat Polsek Cikole, Pemuda Cisarua Diringkus Usai Sayat Leher Korban dengan Kater

12 Januari 2026 - 07:30 WIB

Terduga pelaku penganiayaan, AFH (25) (duduk membelakangi kamera), tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik di ruangan Unit Reskrim Polsek Cikole, Jumat (9/1/2026). AFH diamankan petugas setelah diduga melakukan penganiayaan dengan menyayat leher korban menggunakan pisau kater di Kelurahan Cisarua. (Foto: Dok. Polsek Cikole)

Memanas, Saling Lapor Warnai Konflik Lapas Warungkiara vs GMKB: Dari Isu Pemerasan Rp50 Juta hingga Dugaan Suap

13 Desember 2025 - 14:09 WIB

Plang pintu masuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara yang juga menyandang predikat Kawasan Zona Integritas. Instansi ini kini tengah menjadi sorotan publik pasca saling lapor dengan ormas GMKB terkait rencana aksi demonstrasi.

Terungkap! Mayat Pria Diduga ODGJ di Palabuhanratu Ternyata Warga Cianjur

2 Desember 2025 - 12:52 WIB

Trending di Hukum