JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/3/2025) sore, memicu bencana longsor yang merusak empat rumah warga dan memutus saluran air bersih di Kampung Cijagung Lapang, Desa Gedepangrang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.45 WIB ini bermula ketika tembok penahan tanah (TPT) setinggi 4 meter dan lebar 15 meter di permukiman warga ambrol akibat guyuran hujan yang berlangsung cukup lama.
“Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Kadudampit cukup lama menjadi pemicu longsornya TPT tersebut,” ungkap Daeng Sutisna, Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Bencana (Pusdalops) Kabupaten Sukabumi, saat dikonfirmasi.
Akibat longsor ini, empat rumah warga mengalami kerusakan, yaitu rumah milik Bapak Ade (10 jiwa), Bapak Iah (3 jiwa), Bapak Edeh (5 jiwa), dan Bapak Dede (4 jiwa). Selain itu, longsor juga memutus saluran air bersih yang menjadi sumber air bagi warga setempat.
“Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Daeng.
Saat ini, petugas gabungan dari berbagai instansi, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, petugas Penanggulangan Bencana (P2BK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan lebih lanjut.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut,” kata Daeng.
Kondisi cuaca di lokasi saat ini masih hujan, dan Pusdalops Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan situasi. Informasi terbaru mengenai dampak dan penanganan bencana longsor ini akan terus diperbarui.
“Laporan ini merupakan data awal dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Kebutuhan bantuan darurat masih dalam tahap asesmen,” pungkas Daeng.(*)
Laporan Denny Nurman















