Menu

Mode Gelap

Bencana · 7 Mar 2025 16:13 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Kabupaten di Caringin, Warga Gotong Royong Singkirkan Material


					Warga dan petugas gabungan bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan di Kampung Cileutik, Caringin, Sukabumi, Jumat (7/3/2025) pagi. Kendaraan roda dua sudah dapat melintas Perbesar

Warga dan petugas gabungan bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan di Kampung Cileutik, Caringin, Sukabumi, Jumat (7/3/2025) pagi. Kendaraan roda dua sudah dapat melintas

JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/3/2025) malam, menyebabkan bencana tanah longsor yang menutup akses jalan kabupaten penghubung dua kecamatan. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cileutik RT 03 RW 01, Desa Pasirdatar Indah, sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut laporan dari Ahmad, petugas Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK) Kecamatan Caringin, longsor dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang berlangsung lama. Material tanah dan pepohonan bambu menutupi ruas jalan sepanjang 7 meter, tinggi 10 meter, dan lebar 3 meter.

“Akibat kejadian ini, akses jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan tertutup total,” ujar Ahmad.

Menanggapi kejadian ini, P2BK Kecamatan Caringin segera berkoordinasi dengan perangkat desa, camat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Warga sekitar pun bergerak cepat melakukan gotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan.

“Saat ini, kendaraan roda dua sudah bisa melintas, namun kendaraan roda empat masih belum bisa lewat,” jelas Ahmad.

Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan oleh warga dibantu oleh petugas dari Polsek Caringin, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemerintah Desa Pasirdatar Indah. Meskipun akses jalan sudah mulai terbuka untuk kendaraan roda dua, pembersihan material longsor masih membutuhkan waktu dan tenaga.

“Kami mengapresiasi respons cepat dari warga dan petugas yang telah bahu-membahu membersihkan material longsor. Namun, kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” kata Camat Caringin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau pengungsian akibat kejadian ini. Namun, kerugian material akibat terganggunya akses jalan diperkirakan cukup signifikan.(*)

Artikel ini telah dibaca 113 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kawal Iklim Investasi dan Nasib Pekerja, DPRD Sukabumi Targetkan Perda Ketenagakerjaan yang Adaptif

17 April 2026 - 18:32 WIB

Suasana rapat kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), BNN, serta perwakilan berbagai organisasi pekerja dan pengusaha di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/4/2025). Rapat ini bertujuan untuk menyerap aspirasi lintas sektoral terkait rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2023.

Biadab! Lansia 72 Tahun di Sukabumi Cabuli Gadis 13 Tahun hingga Hamil 7 Bulan

17 April 2026 - 18:19 WIB

Ilustrasi

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.
Trending di Sukabumi