Menu

Mode Gelap

Laporan: Deni Nurman · 16 Jun 2024 08:01 WIB

Penyebab Kematian Bayi Usai Imunisasi di Sukabumi di Audit Komnas KIPI


					Poto ilustrasi Perbesar

Poto ilustrasi

JENTERANEWS.com – Nasib nahas menimpa seorang bayi laki-laki berusia tiga bulan di Kota Sukabumi. Bayi tersebut meninggal dunia diduga setelah suntik imunisasi. Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pun turun tangan menangani hal tersebut.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/6/2024) lalu di Puskesmas wilayah Kelurahan Sukakarya, Kota Sukabumi. Bayi laki-laki yang bernama Muhammad Kenzie Arifin itu merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Isan Nur Arifin (27) dan Deara Wulandari (27). Ia diduga meninggal dunia setelah mendapatkan empat jenis antigen yaitu BCG, DPT, Polio dan Rotavirus.

Kabar mengenai penanganan oleh Komnas KIPI disampaikan Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji. Dia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kenzie.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada orang tua yang bayinya berumur tiga bulan meninggal dunia, pasca dilakukannya imunisasi. Selanjutnya saya belum bisa lebih banyak menanggapi terkait hal ini karena sekarang masih dalam penanganan Komnas KIPI,” kata Kusmana dalam pesan singkat kepada detikJabar, Sabtu (15/6/2024).

“Kita menunggu hasil evaluasi mereka karena lembaga ini adalah independen. Dari hasil evaluasi nanti kita akan melakukan langkah dan penjelasan selanjutnya,” sambungnya.

Senada dengan Kusmana, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Wita Darmawanti juga mengatakan, kasus itu ditangani oleh Komda KIPI Jawa Barat dan Komnas KIPI.

Proses identifikasi masalah pun dilakukan setelah korban dimakamkan dimulai dari laporan ke Pokja KIPI Kota Sukabumi kemudian berlanjut ke Komda KIPI Jawa Barat hingga Komnas KIPI. Dinkes diwajibkan mengisi beberapa data autopsi verbal sebagai bahan audit khusus lembaga independen tersebut.

“Diminta mengisi formnya itu lengkap sesuai dengan juklak juknis dari sana. Bahkan hari itu kita belum selesai karena banyak ya data-data, vaksinnya, sisa vaksin, suntikannya harus kita siapkan, fotonya segala macam sampai data-data si anak yang satu batch dengan si bayi,” kata Wita.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Komnas KIPI. Pihaknya meminta agar semua pihak bersabar dan bijak dalam menghadapi masalah tersebut.

“Prosedurnya seperti itu, kita belum mendapatkan hasil kesimpulannya apa, apakah itu dari human error, apakah dari vaksin atau dari faktor lain nah itu belum diketahui,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Komda KIPI Jawa Barat Kusnandi Rusmil menambahkan, penanganan KIPI ini memang berada di bawah kewenangan Komnas KIPI. Meski demikian, kata dia, secara teori kematian bayi kecil kemungkinan dikarenakan imunisasi.

“Yang berwenang adalah PP KIPI Nasional dalam hari ini oleh Prof Hinky Hindra Irawan Satari. Secara teoritis kematian tidak berhubungan dengan vaksin,” kata Kusnandi.

Dia menjelaskan, pemberian imunisasi secara sekaligus umumnya sudah terjadi di seluruh dunia. Hal itu dilakukan untuk membentuk antibodi anak dari penyakit tertentu.

“Di seluruh dunia, pemberian imunisasi selalu di gabung-gabung. Oleh karenanya vaksin untuk penyakit makin bertambah banyak,” tutupnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Akses Tertutup Longsor 15 Meter, Wisata Curug Cibereum Sukabumi Ditutup Sementara

16 Februari 2026 - 21:15 WIB

Kondisi akses jalan menuju objek wisata Curug Cibereum di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, yang tertutup material tanah longsor, Senin (16/2/2026). Pihak pengelola menutup sementara area wisata demi keselamatan pengunjung menyusul intensitas hujan tinggi yang memicu longsoran setinggi 15 meter tersebut.

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Sukabumi Terjunkan Tim Bersihkan Sumbatan di Sungai Ciseupan

16 Februari 2026 - 11:57 WIB

Personel BPBD Kota Sukabumi saat melakukan pembersihan sampah dan material yang menyumbat pintu air Sungai Ciseupan di Jalan Palasari, Kelurahan Karangtengah, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air ke jalan dan permukiman warga.

TERIMA ASET RAMPASAN KORUPSI, PEMKOT SUKABUMI KELOLA TANAH SENILAI RP9 MILIAR UNTUK PUBLIK

13 Februari 2026 - 06:47 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah), bersama Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dan para kepala daerah lainnya berfoto bersama perwakilan KPK RI usai seremonial serah terima hibah barang rampasan negara di Aula Oman Sahroni, Subang, Rabu (11/2/2026).

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Tancap Gas: Desak Sinergitas Eksekutif dan BPN Tuntaskan Konflik Agraria

5 Januari 2026 - 15:34 WIB

Suasana Rapat Kerja Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Sekretaris Daerah dan jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang berlangsung di Kantor BPN Kabupaten Sukabumi, Senin (5/1/2026).

Sukabumi Gemuruh dalam Silaturahmi Akbar 2025: Semangat Persatuan dan Kontribusi Agama dalam Pembangunan

11 Januari 2025 - 20:48 WIB

Ribuan peserta menghadiri Silaturahmi Akbar 2025 di Taman Wisata Selabintana, Sukabumi, Sabtu (11/01/2025). Acara yang merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-79 ini mengusung tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas

Land Cruiser Berstiker Sekretariat Wapres Terlibat Kecelakaan Maut di Sukabumi

11 Januari 2025 - 11:40 WIB

Penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait kecelakaan yang melibatkan mobil berstiker Sekretariat Wakil Presiden di Sukabumi.
Trending di Laporan: Deni Nurman