Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 9 Jun 2025 11:03 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi, Pemkot Sukabumi Finalisasi Rencana Aksi Terpadu 2025-2029


					Suasana rapat monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang digelar Bappeda Kota Sukabumi bersama para perwakilan dinas terkait, beberapa waktu lalu. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memfinalisasi rencana aksi 2025-2029 demi ketahanan pangan dan gizi kota. Perbesar

Suasana rapat monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang digelar Bappeda Kota Sukabumi bersama para perwakilan dinas terkait, beberapa waktu lalu. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memfinalisasi rencana aksi 2025-2029 demi ketahanan pangan dan gizi kota.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Saat ini, Bappeda tengah memfinalisasi Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) untuk periode 2025-2029, yang akan menjadi panduan utama bagi seluruh instansi terkait dalam mewujudkan ketersediaan pangan yang merata dan bergizi.

Langkah konkret terbaru adalah penyelenggaraan rapat monitoring dan evaluasi RAD-PG yang berlangsung pekan lalu. Rapat ini tidak hanya mengevaluasi capaian program hingga saat ini, tetapi juga mempersiapkan landasan implementasi untuk rencana aksi lima tahun ke depan.

“Kemarin kita sudah melakukan rapat monitoring dan evaluasi terkait RAD-PG, dan persiapan rencana aksi RAD-PG untuk 2025-2029,” ungkap Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut Erni, rapat tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman, memperkuat komitmen bersama, dan mempersiapkan evaluasi terhadap implementasi rencana aksi di bidang pangan dan gizi di Kota Sukabumi.

Erni menjelaskan bahwa RAD-PG ini dibangun di atas empat pilar strategis yang menjadi fondasi utama program. Keempat pilar ini dirancang untuk mengatasi tantangan pangan dan gizi secara komprehensif.

“RAD-PG Kota Sukabumi ini mempunyai rencana strategis, yakni ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, dan kelembagaan,” paparnya.

  • Ketersediaan: Memastikan pasokan pangan cukup dan stabil bagi seluruh warga.
  • Keterjangkauan: Menjamin harga pangan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
  • Pemanfaatan: Mendorong konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
  • Kelembagaan: Memperkuat tata kelola dan koordinasi antar instansi terkait pangan dan gizi.

Erni menekankan bahwa keberhasilan rencana ambisius ini sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, tantangan pangan dan gizi terlalu kompleks untuk ditangani oleh satu dinas saja. Oleh karena itu, pelibatan aktif dari berbagai dinas pengampu menjadi prasyarat mutlak.

“Untuk menuju komitmen tersebut, diperlukan adanya kolaborasi atau aksi multisektor dari beberapa dinas pengampu agar rencana aksi ini dapat berjalan dengan baik. Itu yang kita rapatkan pada pekan lalu, salah satunya memperkuat kolaborasi antar instansi,” terangnya.

Secara legalitas, kerangka kerja ini diperkuat oleh Peraturan Wali (Perwal) Kota Sukabumi Nomor 39 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Pangan dan Gizi Tahun 2025-2029.

Lebih lanjut, Erni menjelaskan bahwa dokumen RAD-PG ini sengaja diselaraskan dengan masa berlaku Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Sinkronisasi ini krusial agar setiap target dan output yang telah ditetapkan dalam RAD-PG dapat dituangkan secara efektif ke dalam Rencana Strategis (Renstra) masing-masing perangkat daerah.

“Hal ini untuk disesuaikan, agar dokumen RAD yang disusun dapat dituangkan serta diselaraskan dengan dokumen RPJMD dan Renstra masing-masing perangkat daerah pengampu,” tambahnya.

Dengan landasan hukum yang kuat dan komitmen kolaborasi yang solid, implementasi RAD-PG 2025-2029 diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warga Kota Sukabumi.(*)


Reporter: Denny N
Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Lengkong Sukabumi, Satu Rumah Warga Rusak

6 Maret 2026 - 20:13 WIB

TPT Tower di Lengkong Sukabumi Longsor Akibat Cuaca Ekstrem

6 Maret 2026 - 20:05 WIB

Trending di Bencana