JENTERANEWS.com – Palang Merah Indonesia (PMI) dan Japanese Red Cross Society (JRCS) secara resmi meluncurkan program kolaborasi untuk membangun sekolah dan masyarakat yang tangguh bencana di Kabupaten Sukabumi. Program yang akan berlangsung selama 36 bulan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya di desa dan sekolah, dalam menghadapi risiko bencana, terutama gempa bumi dan tsunami.
Kabupaten Sukabumi, berdasarkan Buku IRBI BNPB 2023, memang dikenal sebagai daerah yang rawan bencana. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi risiko bencana dan membangun ketangguhan masyarakat Sukabumi.
Program ini akan berfokus pada dua aspek utama:
Sekolah Aman Bencana: Melalui program ini, sekolah-sekolah di Sukabumi akan dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi bencana. Mulai dari pelatihan evakuasi, penanggulangan bencana ringan, hingga pembangunan sarana dan prasarana yang aman.
Masyarakat Tangguh Bencana: Masyarakat di desa-desa yang menjadi target program akan diberikan pelatihan dan edukasi terkait mitigasi bencana, pertolongan pertama, dan pemulihan pasca bencana. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mandiri dalam menghadapi dan mengatasi berbagai jenis bencana.
Awaluddin, Kepala Perwakilan JRCS untuk Indonesia, menyampaikan harapannya agar program ini dapat berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh seluruh pihak. “Tiga hal yang ingin kita capai adalah sekolah yang aman bencana, masyarakat yang tangguh bencana, dan kolaborasi yang kuat dari semua pihak dalam mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Kolaborasi antara PMI dan JRCS, serta dukungan dari berbagai pihak terkait, menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Kabupaten Sukabumi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya membangun ketangguhan menghadapi bencana.(*)















