JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada awal Maret 2025 lalu menyebabkan Sungai Cigembong meluap dan merendam permukiman warga di Kampung Cigembong, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran. Dampak dari bencana alam ini, 11 kepala keluarga (KK) dengan total 22 jiwa terpaksa mengungsi di bangunan Majelis Al Istiqomah yang dijadikan posko pengungsian darurat.
Menanggapi situasi darurat ini, Polsek Lengkong di bawah kepemimpinan AKP Bayu Sunarti Agustina, S.E., bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial kepada para pengungsi pada Rabu (12/03/2025). Bantuan berupa bahan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, serta perlengkapan mandi seperti handuk, diserahkan langsung kepada warga terdampak.
“Kami hadir di sini untuk memastikan kondisi warga yang mengungsi dalam keadaan baik dan memberikan bantuan yang sekiranya dapat meringankan beban mereka,” ujar AKP Bayu Sunarti Agustina di lokasi pengungsian.

Momen penyerahan bantuan oleh Polsek Lengkong kepada warga korban banjir, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pasca-bencana.
Banjir yang terjadi pada tanggal 6 Maret 2025 lalu, menurut keterangan warga, merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap dengan cepat dan merendam rumah-rumah warga hingga ketinggian mencapai satu meter.
“Air datang begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang penting bisa menyelamatkan diri dan keluarga,” ungkap salah seorang warga pengungsi.
Selain menyalurkan bantuan, Polsek Lengkong juga aktif berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Pabuaran untuk melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait. Langkah ini diambil agar upaya mitigasi segera dilakukan, termasuk pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) di sepanjang bantaran sungai untuk mencegah banjir serupa di masa mendatang.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar masalah ini segera ditangani oleh dinas terkait. Pembuatan tanggul sangat diperlukan untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan,” tambah AKP Bayu.
AKP Bayu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. “Kami mengimbau kepada warga yang mengungsi agar tetap bersabar dan selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Keselamatan adalah yang utama, dan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan solusi terbaik bagi para korban banjir,” tegasnya.
Diharapkan, bantuan sosial yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan kondisi pasca-bencana. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang agar dapat mengantisipasi potensi bencana alam di kemudian hari.(*)
Laporan: Aris Jampang