JENTERANEWS.com – Pemandangan memprihatinkan terlihat di sepanjang jalan yang menghubungkan Sagaranten dan Cidolog, tepatnya di Kampung Cikarae, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Alih-alih menyajikan keindahan alam, ruas jalan ini justru “dihiasi” oleh gunungan sampah yang berserakan, menciptakan potret buram lemahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Kondisi jalan yang tampak jarang dilalui dan kurang terurus semakin memperparah keadaan. Rumpun bambu yang menjolor menutupi sebagian badan jalan seolah menjadi saksi bisu atas tumpukan sampah yang semakin menggunung. Pemandangan ini jelas mencoreng citra keindahan Kabupaten Sukabumi.
Ironisnya, kondisi ini diduga kuat sebagai cerminan belum optimalnya perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan sampah di wilayah-wilayah pelosok. Beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi, seperti Cidolog, Cidadap, Curugkembar, dan Pabuaran, disinyalir belum tersentuh oleh layanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Jangankan mobil pengangkut sampah, keberadaan petugas kebersihan pun nyaris tak terlihat di wilayah ini.
“Mobil pengangkut sampah itu masuknya hanya sampai pusat pertokoan di Sagaranten saja. Sementara ke arah Cidolog, apalagi kampung-kampung seperti Cikarae ini, jangankan diangkut, melihat mobil sampahnya saja belum pernah,” ungkap salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait komitmen pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sampah secara merata. Ketidakmerataan layanan pengelolaan sampah ini secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk mencari solusi instan, yang sayangnya seringkali berujung pada pembuangan sampah sembarangan.
Lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan juga menjadi faktor pemicu terus berlanjutnya kondisi ini. Tanpa adanya efek jera, masyarakat seolah bebas membuang sampah di mana saja tanpa memikirkan dampak buruknya terhadap lingkungan dan kesehatan.
Permasalahan sampah di sepanjang jalan Sagaranten-Cidolog ini adalah alarm bagi seluruh pihak. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait untuk mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Dinas Lingkungan Hidup, perlu segera memperluas jangkauan layanan pengelolaan sampah hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Penambahan armada pengangkut sampah dan peningkatan sumber daya manusia menjadi krusial untuk mengatasi permasalahan ini. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta bahaya membuang sampah sembarangan harus digencarkan.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga memegang peranan penting. Perubahan perilaku dan budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan harus ditanamkan sejak dini. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.
Pemerintah daerah juga dapat mempertimbangkan solusi inovatif dan berbasis masyarakat, seperti pembentukan bank sampah di setiap desa atau pengembangan sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat rumah tangga. Dengan memberdayakan masyarakat, diharapkan volume sampah yang terbuang sembarangan dapat ditekan secara signifikan.
Kondisi jalan Sagaranten-Cidolog yang dipenuhi sampah ini adalah cermin nyata bahwa permasalahan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Kesadaran dan tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat adalah kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari di Kabupaten Sukabumi. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya keindahan alam yang hilang, tetapi juga kualitas hidup masyarakat yang akan terancam.(*)















