JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, sejak sore hingga malam hari menyebabkan satu unit rumah warga di Kampung Cipeundeuy RT 003/009, Desa Kebonmanggu, ambruk pada Senin malam (4/8/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa nahas ini menimpa rumah milik Bapak Iwan, yang dihuni oleh satu keluarga dengan total empat jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Ihin dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Gunungguruh, penyebab utama ambruknya rumah tersebut adalah kombinasi dari curah hujan tinggi dan kondisi material bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. “Akibat hujan sore sampai malam hari dan kondisi material bangunan sudah lapuk, satu unit rumah ambruk,” jelasnya dalam laporan tertulis.
Saat kejadian, keluarga Bapak Iwan berada di dalam rumah. Namun, mereka berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan roboh sepenuhnya. Akibat kejadian ini, keluarga korban kini kehilangan tempat tinggal dan untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke kediaman kerabat terdekatnya. Kerugian material akibat bencana ini masih dalam proses perhitungan oleh tim di lapangan.
Menanggapi laporan bencana, tim gabungan dari berbagai instansi segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. TAGANA Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (P2BK), Satpol PP, Pemerintah Desa Kebonmanggu, Babinkamtibmas, dan Babinsa.
Kondisi terkini di lokasi menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi dari masyarakat sekitar. Warga bahu-membahu membantu menurunkan sisa genting dan membersihkan puing-puing material bangunan yang berserakan.
“Saat ini sedang dilakukan gotong royong oleh warga sekitar untuk membersihkan sisa material bangunan,” tambah Ihin.
Meskipun telah mendapatkan penanganan awal, keluarga korban saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat. Kebutuhan yang paling mendesak adalah material bangunan untuk dapat membangun kembali hunian mereka, serta bantuan sandang dan pangan untuk kebutuhan sehari-hari selama di pengungsian.
Tim TAGANA bersama aparat setempat terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan pendataan lebih lanjut untuk penyaluran bantuan.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah















