JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi mengakibatkan kenaikan debit air Sungai Cidadap secara signifikan. Situasi ini mengancam keselamatan penduduk di Kp. Sawah Tengah, Kedusunan Kawung Luwuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, sehingga memaksa dilakukannya proses evakuasi besar-besaran.
Respons Cepat Tim Gabungan
Merespons ancaman banjir yang kian mengkhawatirkan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Pos SAR Sukabumi segera menerjunkan personel menuju lokasi kejadian. Langkah cepat ini diambil guna melakukan asesmen lapangan sekaligus memastikan keselamatan warga yang terjebak di zona rawan.
Penyisiran dilakukan di titik-titik permukiman yang berada tepat di bantaran sungai. Mengingat arus sungai yang terus meningkat, tim gabungan memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman.
Sinergi Lintas Unsur
Keberhasilan operasi penyelamatan ini merupakan buah dari koordinasi solid berbagai pihak. Operasi SAR di Desa Cidadap ini melibatkan unsur-unsur sebagai berikut:
Instansi Pemerintah: Pos SAR Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan Damkarmat Kabupaten Sukabumi.
Keamanan & Kewilayahan: Polsek Simpenan, Pemerintah Kecamatan Simpenan, serta Pemerintah Desa Cidadap.
Organisasi & Relawan: Karang Taruna Desa Cidadap, SAKA SAR, dan Caldera Rescue.
Partisipasi Masyarakat: Warga setempat yang bahu-membahu membantu proses mobilisasi logistik dan pemantauan debit air.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Sinergi antara tim Rescue, pemerintah setempat, dan relawan sangat krusial dalam mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif,” ujar salah satu perwakilan tim di lapangan.
Hingga saat ini, tim gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya banjir susulan. Warga dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari petugas demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
Editor : Mia















