JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Minggu petang (3/8/2025) memicu bencana longsor di Kecamatan Bojonggenteng. Sebuah tebing tak mampu menahan gempuran air dan longsor, menimpa satu unit rumah warga di Kampung Duren Bongkok RT 013/003, Desa Berekah.
Peristiwa nahas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18:30 WIB. Menurut laporan yang dihimpun oleh tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) di lokasi, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sore hari menjadi penyebab utama longsornya tebing yang berada persis di dekat rumah korban.
Rumah yang diketahui milik Bapak Dwi tersebut mengalami kerusakan pada kategori sedang setelah material tanah dan bebatuan menerjang sebagian bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam insiden ini.
Meskipun demikian, dampak dari kejadian ini memaksa satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa, termasuk Bapak Dwi, untuk segera mengungsi. Mereka kini berada di lokasi aman, namun kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu.
“Satu keluarga dengan total lima jiwa saat ini telah diungsikan,” ujar Muhammad Nurkholis, anggota TAGANA Bojonggenteng yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian.
Tim reaksi cepat dari TAGANA bersama aparat gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal. Koordinasi lintas sektor segera dibangun untuk mempercepat penanganan. Terpantau di lokasi, petugas dari Pemerintah Desa Berekah, Babinsa, Babinkamtibmas, Pelopor Perdamaian, dan Karang Taruna setempat turut serta dalam upaya penanganan awal.
Hingga berita ini diturunkan, bantuan untuk para korban belum didistribusikan. Namun, tim asesmen telah merilis daftar kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan oleh keluarga korban.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah logistik seperti makanan, kasur, dan selimut. Selain itu, peralatan mandi, peralatan dapur, serta bantuan lain untuk kebutuhan pasca-bencana sangat diharapkan,” jelas Nurkholis dalam laporannya.
Dua personel TAGANA Kabupaten Sukabumi telah ditugaskan untuk melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut di lapangan. Situasi masih terus dipantau untuk mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil.(*)
Kor : Fajar
Redaktur: Hamjah














