JENTERANEWS.com – Bencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, pergerakan tanah terjadi di Kampung Cianaga, RT 002/002, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, pada Minggu pagi (11/1/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.10 WIB tersebut mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan warga dan mengancam keselamatan penghuninya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Kabandungan, longsoran tanah menggerus bagian dinding dan pondasi rumah milik warga. Akibatnya, sebagian bangunan tampak menggantung dan rawan ambruk jika terjadi longsor susulan.
Petugas Tagana Kecamatan Kabandungan, Anton Mulyadi dan Nurdin Sopian, yang terjun langsung ke lokasi kejadian melaporkan bahwa terdapat dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh bencana ini.
“Total ada 9 jiwa dari 2 KK yang terdampak. Rinciannya, rumah milik Bapak Jajang (48) yang dihuni 4 jiwa mengalami kerusakan ringan, sementara satu rumah lainnya milik Bapak Usep (52) yang dihuni 5 jiwa kini statusnya terancam,” ujar Anton dalam laporannya, Minggu (11/1/2026).
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, kondisi fisik bangunan yang menggantung di bibir tebing longsoran menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para penghuni. Material tanah yang menyangga rumah tersebut ambrol, menyisakan lubang menganga yang berbahaya.
Pasca kejadian, Tim Tagana bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan langsung melakukan asesmen di lokasi. Upaya penanganan juga melibatkan koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan Pemerintah Desa Cianaga, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Tim Kesmatra Puskesmas setempat.
“Saat ini bantuan logistik belum terdistribusi. Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, kebutuhan mendesak bagi para penyintas meliputi tenda gulung, makanan siap saji, serta paket kebersihan (family kit),” tambah Anton.
Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan yang dapat memicu pergerakan tanah susulan. Aparat kewilayahan terus memantau situasi untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.(*)
Kor : Fajar
Editor: Hamjah















