Menu

Mode Gelap

Bencana · 12 Agu 2025 08:20 WIB

TPT Sungai Ciseureuh Ambruk, BPBD Kota Sukabumi Gerak Cepat Atasi Potensi Banjir


					Petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Sukabumi bergotong royong membersihkan material sampah dan sebatang pohon yang menyumbat aliran Sungai Ciseureuh di Jalan KH Ahmad Sanusi, Kecamatan Warudoyong, Selasa (12/8/2025). Upaya pembersihan manual ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk menormalisasi aliran sungai dan mencegah potensi banjir pasca-ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut sehari sebelumnya. Perbesar

Petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Sukabumi bergotong royong membersihkan material sampah dan sebatang pohon yang menyumbat aliran Sungai Ciseureuh di Jalan KH Ahmad Sanusi, Kecamatan Warudoyong, Selasa (12/8/2025). Upaya pembersihan manual ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk menormalisasi aliran sungai dan mencegah potensi banjir pasca-ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut sehari sebelumnya.

JENTERANEWS.com– Tembok Penahan Tanah (TPT) di aliran Sungai Ciseureuh, yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Sanusi, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, ambruk pada Senin (11/8/2025). Insiden ini memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi banjir akibat terhambatnya aliran sungai.

Menindaklanjuti laporan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi segera menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, yang dikonfirmasi di lokasi, menyatakan bahwa penyebab utama penyumbatan aliran sungai adalah material longsoran TPT, tumpukan sampah rumah tangga, serta sebatang pohon besar yang tumbang dan melintang di badan sungai.

“Tim kami di lapangan menemukan adanya tumpukan sampah dan sebuah pohon besar yang menghalangi laju air. Kondisi ini sangat berisiko memperparah kerusakan dan dapat memicu luapan air ke permukiman warga jika tidak segera ditangani,” ujar Novian pada Selasa (12/8).

Sebagai langkah mitigasi awal, BPBD mengerahkan sekitar 10 personel untuk melakukan pembersihan manual. Prioritas utama adalah mengangkat pohon yang tumbang dan membersihkan sampah yang menyumbat aliran agar air dapat kembali mengalir dengan lancar.

“Medan di sekitar lokasi cukup sempit sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Oleh karena itu, tim kami melakukan penanganan secara manual dengan peralatan standar untuk mempercepat proses normalisasi aliran sungai,” jelas Novian.

Lebih lanjut, Novian menegaskan bahwa penanganan darurat ini bersifat sementara. Pihaknya akan segera berkoordinasi secara intensif dengan dinas teknis terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk merancang langkah-langkah perbaikan permanen pada TPT yang ambruk.

“Koordinasi dengan instansi teknis adalah langkah krusial berikutnya untuk memastikan perbaikan yang kokoh dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mencegah kerusakan meluas dan menjamin keselamatan warga dalam jangka panjang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Novian juga kembali mengimbau dan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, perilaku tidak bertanggung jawab tersebut menjadi salah satu faktor utama penyebab tersumbatnya drainase dan kerusakan infrastruktur sumber daya air.

“Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama menjaga kebersihan sungai. Kebiasaan membuang sampah sembarangan terbukti menjadi pemicu utama penyumbatan yang dapat berujung pada bencana seperti banjir,” tutupnya.

Dengan respons cepat yang dilakukan, BPBD Kota Sukabumi berharap potensi bahaya akibat ambruknya TPT ini dapat diminimalkan, seraya memastikan keamanan dan ketenangan warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Ciseureuh.(*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 70 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Trending di Bencana