Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 17 Apr 2025 08:03 WIB

Tragis! Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas 6 Kilometer dari Lokasi Hanyut di Sungai Leuwi Curug Sukabumi


					GNS, bocah berusia 9 tahun, menjadi korban keganasan arus Sungai Leuwi Curug, Sukabumi. Ia ditemukan meninggal dunia sehari setelah dilaporkan hilang. Perbesar

GNS, bocah berusia 9 tahun, menjadi korban keganasan arus Sungai Leuwi Curug, Sukabumi. Ia ditemukan meninggal dunia sehari setelah dilaporkan hilang.

JENTERANEWS.com – Kabar duka menyelimuti Kampung Cijagung, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun, GNS, yang sempat dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Leuwi Curug pada Selasa (15/4/2025) sore, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Rabu (16/4/2025).

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian intensif akhirnya menemukan jasad GNS sekitar 6 kilometer dari lokasi awal ia hanyut. Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengungkapkan bahwa korban ditemukan tersangkut di bebatuan pinggir sungai dalam posisi miring.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dengan posisi miring tersangkut di bebatuan pinggir sungai. Korban ditemukan pada jarak kurang lebih 6 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Suryo dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (17/4/2025) pagi.

Peristiwa nahas ini bermula ketika GNS bersama empat orang temannya berinisiatif untuk mandi di Sungai Leuwi Curug sepulang dari kegiatan mengaji atau sekolah agama pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa diduga, saat mereka melompat dari ketinggian ke aliran sungai, arus sungai yang tengah meluap menyeret mereka.

Nahasnya, hanya keempat teman GNS yang berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai, sementara GNS hilang ditelan derasnya arus. Upaya pencarian segera dilakukan oleh warga setempat dan kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur.

Setelah kurang lebih sehari melakukan pencarian, tim akhirnya berhasil menemukan GNS dalam kondisi tragis. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kisah pilu ini menjadi pengingat akan bahaya sungai, terutama saat kondisi arus sedang tidak bersahabat. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengawasi anak-anak mereka saat bermain di dekat sungai. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, serta menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.(*)

Laporan: Joko Samudro

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Korban Terakhir Laka Laut Pantai Sunset Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia

20 Januari 2026 - 13:22 WIB

36 Pengurus UPZ Desa se-Kecamatan Sagaranten Resmi Dilantik

20 Januari 2026 - 13:11 WIB

Pastikan Ibadah Malam Natal Khidmat, Kapolres dan Forkopimda Sukabumi Pantau Langsung Keamanan Gereja

25 Desember 2025 - 09:49 WIB

“Daerah Tanpa Inovasi Akan Mati”: Wali Kota Sukabumi Pacu Transformasi Pelayanan Publik di 2025

22 Desember 2025 - 18:14 WIB

Peringati Hari Ibu ke-97, Bupati Asep Japar Sebut Ibu sebagai Jantung Keluarga dan Pilar Bangsa

22 Desember 2025 - 14:07 WIB

RSUD R. Syamsudin, S.H. Resmi Buka Layanan Kemoterapi Per Januari 2026

19 Desember 2025 - 19:06 WIB

Trending di Kabar Daerah