JENTERANEWS.com – Kabupaten Sukabumi kembali diguncang bencana alam dalam skala besar. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per tanggal 6 Desember 2024 pukul 17.30 WIB, tercatat sebanyak 291 kejadian bencana alam yang tersebar di 38 kecamatan dalam kurun waktu 1-6 Desember 2024.
Tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling dominan dengan 123 kejadian, diikuti oleh banjir (72 kejadian), pergerakan tanah (75 kejadian), dan angin kencang (21 kejadian). Bencana-bencana ini telah mengakibatkan dampak yang sangat luas, terutama pada infrastruktur dan permukiman warga.
Ribuan jiwa terdampak akibat bencana ini. Sebanyak 2.650 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 3.442 jiwa tercatat sebagai korban bencana. Dari jumlah tersebut, 820 KK (2.775 jiwa) terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak atau tidak layak huni. Selain itu, masih ada 362 KK (662 jiwa) yang kondisi rumahnya terancam.
Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Tercatat sebanyak 1.188 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 589 rumah rusak ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 373 rumah rusak berat. Selain itu, ada 265 rumah yang terancam, 604 rumah terendam, 64 sarana lain yang rusak, dan 43 lahan sawah yang terdampak.
Korban jiwa akibat bencana ini mencapai 5 orang. Tim SAR dan relawan terus bekerja keras untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi.
Upaya penanggulangan bencana terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait. Bantuan logistik, makanan, dan obat-obatan telah disalurkan kepada para korban. Selain itu, upaya perbaikan infrastruktur yang rusak juga terus dilakukan.(*)















