Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 30 Apr 2022 12:52 WIB

Wali Kota Sukabumi Kunjungi Rumah Duka Korban Penganiayaan Geng Motor


					IMG 20220430 122742 Perbesar

IMG 20220430 122742

JENTERANEWS.com – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengungkap duka atas meninggalnya Ega Anugrah Putra (29).Pedagang makanan itu diketahui tewas setelah dianiaya dan dibacok oleh berandalan bermotor pada Kamis (28/4/2022).

Fahmi pun mengunjungi rumah duka di Ciandam, Cibeureum Hilir, Kota Sukabumi, Jumat (29/4/2022). “Kedatangan saya untuk menyampaikan ikut berduka cita atas meninggalnya almarhum kepada keluarga korban,” kata Fahmi.

Wali Kota Sukabumi Kunjungi Rumah Duka Korban Penganiayaan Geng Motor

Andini Sucianti Istri Ega Anugrah Putra (korban penganiayaan geng motor)

Ia juga memberikan motivasi dan dukungan kepada keluarga korban berupa santunan, sembako dan pengecekan kesehatan keluarga yang ditinggalkan. Diketahui, Ega meninggalkan satu anak berusia 2 tahun dan isteri yang tengah mengandung janin berusia 2 bulan.

Di saat yang sama, Fahmi mendorong aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembacokan tersebut. Apalagi, keluarga meminta secara pribadi kepadanya untuk pengawalan proses hukum.

Baca Juga:   Pemdes Cipamingkis Bagikan BLT-DD Bulan April 2022

“Mendorong aparat keamanan agar segera menangkap pelaku pembacokan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” ujarnya.

“Ke depan mari bersama-sama melakukan kerjasama baik aparat dan masyarakat dalam menghadapi kejahatan. Sebab tidak hanya bisa mengandalkan aparat keamaan saja,” sambung Fahmi.

Pihak keluarga Ega pun dilanda kesedihan. Sehingga, mereka meminta aparat kepolisian menghukum pelaku dengan hukuman setimpal.

“Polisi bahkan belum bertemu atau menghubungi saya, waktu hari pertama kejadian saya di RS Syamsudin,” kata Istri Ega, Andini Sucianti Fadilah , Jumat (29/4/2022).

Dia masih tak menyangka, suami yang ia kenal sebagai orang baik dan pekerja keras harus meninggal dunia dengan cara yang tragis. Pihaknya meminta agar kepolisian dapat segera menangkap dan menghukum pelaku yang diduga geng motor.

“Saya enggak percaya, karena suami sering bercanda. Jadi enggak percaya ada kejadian itu, pas saya lihat baru percaya,” ujarnya.

Baca Juga:   Pemkab Sukabumi Raih Predikat B Sakip RB, Bupati"Jadikan Semangat Perubahan"

“Pengennya dihukum setimpal, enggak nerima suami meninggal secara tragis. Takutnya almarhum enggak tenang di sana, ikhlas mah ikhlas insyallah kalau perginya takdir dari Allah, tapi caranya saya enggak rida,” sambung Andini.

Menjelang Idul Fitri ini, Andini pun hanya bisa merayakan bersama anaknya yang berusia dua tahun dan bayi yang ada di dalam kandungan. Dia merasa sedih saat keinginan terakhir sang suami belum dapat terkabul.

“Kan mau Lebaran kebetulan ekonomi kita belum punya, kemarin dia sempat pundung (murung), iri lihat orang punya celana Levis, belum bisa beli. Cuma pengen punya celana Levis belum kebeli,” ucapnya sambil menitikkan air mata.

Saat kejadian berlangsung, Andini mengatakan suaminya ditemani seorang pria berinisial A yang dikatakan sebagai temannya. Mereka pergi pada dini hari tanpa berpamitan.

Baca Juga:   Wabub Sukabumi Dorong Gerakan Ketahanan Pangan Melalui Tanam Talas.

“Malam sebelum kejadian, A temannya di rumah bergadang. Jam 01.00-02.00 masih terdengar ngobrol berdua. Pas keluar rumah nggak bilang, biasanya bilang dulu pamit, A orang sini masih tetangga, teman tapi nggak terlalu dekat,” imbuhnya.

Lalu selang beberapa jam, ia mendengar bahwa suaminya menjadi korban pembacokan diduga ulah geng motor. Korban sempat ingin melarikan diri, namun pelaku masih saja menganiaya korban.

“Ada saksi kan yang sempat lihat si Aa dibacok, katanya si aa berusaha lari pas tanjakan digusur kaki si aa teh, tangannya dipegang di ke’atasin. Kayak pengen puas aa udah nyerah teh. Si Aa udah berusaha lari malah ditarik lagi sampai enggak ketolong,” ungkapnya.

“Hari-harinya enggak ada tanda-tanda, di rumah kan dagang makanan anak, sosis goreng dan lain-lain. Enggak macam-macam, enggak ngasih tanda mau pergi. Sama sekali enggak menyangka jadi korban,” pungkasnya..(*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penampilan Baru Geyser Cisolok Menuju Destinasi Wisata Yang Indah, Nyaman, Dan Mengesankan

23 Juni 2024 - 20:54 WIB

Penampilan Baru Geyser Cisolok Menuju Destinasi Wisata Yang Indah, Nyaman, Dan Mengesankan

Monitoring di Cikakak Pemkab Sukabumi Targetkan Angka Stunting Turun Menjadi 14%,

22 Juni 2024 - 13:02 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi

21 Juni 2024 - 20:39 WIB

Rapat Paripurna Dprd, Agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi

Wakil Bupati Sukabumi Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Secara Serentak Sebagai Bagian Dari Visi Indonesia Emas 2045.

21 Juni 2024 - 15:28 WIB

Wakil Bupati (Wabup) Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Secara Serentak Sebagai Bagian Dari Visi Indonesia Emas 2045.

Pisah Sambut Kajari, Bupati Marwan Menekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Mewujudkan Visi Misi Kabupaten Sukabumi

21 Juni 2024 - 09:10 WIB

Pisah Sambut Kajari, Bupati Marwan Menekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Mewujudkan Visi Misi Kabupaten Sukabumi

Tingkatkan Layanan Informasi Publik, DKIS Kota Cirebon Melakukan Kunjungan Ke Diskominfosan Kabupaten Sukabumi

21 Juni 2024 - 03:25 WIB

Tingkatkan Layanan Informasi Publik, DKIS Kota Cirebon Melakukan Kunjungan Ke Diskominfosan Kabupaten Sukabumi
Trending di Kabar Daerah
error: Content is protected !!