Menu

Mode Gelap

News · 4 Jan 2025 19:10 WIB

Warga Tanjungsari Berjibaku Perbaiki Bendungan dan Irigasi yang Jebol, Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringan


					Warga Desa Tanjungsari bergotong royong memperbaiki Bendungan Binongsari yang jebol di Sungai Cibeber, Curugkembar, Sukabumi (4/1/2025). Upaya perbaikan darurat ini dilakukan untuk mencegah kekeringan pada 150 hektar sawah yang menjadi tumpuan hidup warga. Perbesar

Warga Desa Tanjungsari bergotong royong memperbaiki Bendungan Binongsari yang jebol di Sungai Cibeber, Curugkembar, Sukabumi (4/1/2025). Upaya perbaikan darurat ini dilakukan untuk mencegah kekeringan pada 150 hektar sawah yang menjadi tumpuan hidup warga.

JENTERANEWS.com – Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, bahu-membahu memperbaiki Bendungan Binongsari yang jebol di Sungai Cibeber pada Sabtu (4/1/2025). Jebolnya bendungan dan kerusakan irigasi akibat longsor dan pergerakan tanah sepanjang 300 meter mengancam kekeringan 150 hektar sawah yang menjadi tumpuan hidup mayoritas warga desa.

Kepala Dusun Cirangkong, Desa Tanjungsari, Udum Jumyati, mengungkapkan bahwa kerusakan ini berdampak signifikan bagi perekonomian warga. “Selain bendungan, irigasinya juga mengalami kerusakan akibat longsor dan pergerakan tanah sepanjang 300 meter. Akibatnya, sawah seluas 150 hektare terancam kekeringan,” ujarnya.

Dengan peralatan seadanya seperti bambu dan kayu, warga Desa Tanjungsari berupaya memperbaiki Bendungan Binongsari yang jebol di Sungai Cibeber, Curugkembar, Sukabumi (4/1/2025). Jebolnya bendungan dan kerusakan irigasi sepanjang 300 meter akibat longsor dan pergerakan tanah mengancam kekeringan 150 hektar sawah.

Dengan peralatan seadanya seperti bambu dan kayu, warga Desa Tanjungsari berupaya memperbaiki Bendungan Binongsari yang jebol di Sungai Cibeber, Curugkembar, Sukabumi (4/1/2025). Jebolnya bendungan dan kerusakan irigasi sepanjang 300 meter akibat longsor dan pergerakan tanah mengancam kekeringan 150 hektar sawah.

Dengan peralatan dan material seadanya seperti kayu, bambu, dan material yang ditemukan di sungai, warga bergotong royong membangun kembali bendungan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk mencegah dampak kekeringan yang lebih parah.

Mayoritas warga Tanjungsari berprofesi sebagai petani dan sangat bergantung pada hasil pertanian. Kerusakan bendungan dan irigasi ini menimbulkan kekhawatiran besar akan gagal panen dan hilangnya mata pencaharian.

“Kalau sawah mereka tidak terairi, warga di desa Tanjungsari tidak bisa bertani,” tegas Udum. Ia menjelaskan bahwa bendungan dan irigasi yang berada di bagian bawah sungai berfungsi mengairi sawah seluas 150 hektar yang terletak di dataran yang lebih tinggi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan membangun bendungan dan saluran irigasi secara permanen. Bantuan pemerintah sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki warga. Mereka berharap agar mata pencaharian mereka sebagai petani dapat segera pulih dan ancaman kekeringan dapat diatasi.(*)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News