JENTERANEWS.com – Camat Curugkembar bersama stafnya , meninjau lokasi bencana alam pergerakan tanah di Kampung Tanjungsari RT 001 RW 04 , Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar, Kamis (7/12/2023).
Camat Curugkembar Asep Mulyadi, S.STP., M.Si., memaparkan dampak bencana pergerakan tanah bertambah, kalau data kemarin rumah yang terdampak hanya lima rumah sekarang menjadi 6 rumah. Kejadian ini disebabkan intensitas hujan yang cukup deras sehingga menimbulkan adanya pergerakan tanah.
Dalam kurun waktu beberapa hari kebelakang, wilayah Kecamatan Curugkembar turun hujan dengan intensitas yang cukup lebat sehingga menimbulkan adanya pergerakan tanah,
Lebih parahnya lagi tanah yang belah tepat di saluran irigasi Cibeber. Jadi air aliran irigasi masuk pada tanah yang terbelah itu hingga akhirnya aliran irigasi terpaksa di tutup sementara.
Kawasan yang terdampak peristiwa ini diperkirakan puluhan hektare dan mengakibatkan beberapa rumah rusak. “Rumah warga yang rusak sedang, sebanyak 6 unit rumah, dan 36 rumah terancam,” bebernya
Camat Curugkembar mengatakan untuk penanggulangan bencana ini membutuhkan bangunan irigasi berupa cor beton agar tidak ada rembesan air pada tanah yang terbelah itu. (*)















