JENTERANEWS.com – Banjir bandang yang melanda Desa Curugluhur dan Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, telah mengakibatkan penderitaan mendalam bagi ratusan warga. Selain kehilangan harta benda akibat terendam banjir, sebagian besar warga kini juga menghadapi ancaman kelaparan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis 5/12 bantuan air mineral telah disalurkan ke lokasi bencana. Namun, hingga saat ini bantuan makanan siap saji belum tersedia secara memadai. Beberapa warga mengaku telah kelaparan karena sejak banjir merendam pemukiman mereka, mereka hanya mengonsumsi air mineral.
Meskipun dalam kondisi sulit, warga tetap berusaha melakukan evakuasi mandiri. Mereka membersihkan rumah dan mengeluarkan lumpur yang mengendap akibat banjir. Sayangnya, terbatasnya sumber daya membuat upaya pembersihan ini menjadi sangat melelahkan.
“Saya sudah dua hari ini hanya memakai baju yang sama, itu pun penuh lumpur,” keluh salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir.
Di tengah kesulitan, semangat gotong royong masyarakat terlihat nyata. Beberapa warga yang rumahnya berada di dataran tinggi memberikan bantuan makanan dan pakaian kepada tetangga mereka yang terdampak banjir.
Sementara itu, sejumlah relawan telah tiba di lokasi bencana. Mereka saat ini sedang mempersiapkan tempat untuk memasak bahan makanan yang telah datang.
Banjir bandang akibat luapan Sungai Cikaso intuk di desa Curugluhur telah merendam 189 rumah milik 205 kepala keluarga, sehingga berdampak pada sekitar 750 jiwa. Selain merendam rumah warga, banjir juga membawa serta 8 unit mobil. Hingga saat ini, baru 6 unit mobil yang berhasil dievakuasi, sementara 2 unit mobil lainnya masih dalam proses pencarian. Namun untuk deda Mekarsari belum terdata swcara keseluruhan.
Kondisi darurat yang dihadapi warga Desa Curugluhur dan Mekarsari menuntut penanganan yang cepat dan tepat. Selain bantuan makanan siap saji, warga juga membutuhkan bantuan berupa pakaian bersih, obat-obatan, serta peralatan kebersihan.(*)















