JENTERANEWS.com – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, menyerukan perang total melawan judi online (Judol). Dalam kunjungannya ke Ponpes Almuslim, Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (15/12/2024), Zainul mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya ulama dan santri, untuk bahu-membahu memberantas praktik perjudian yang semakin merajalela ini.
“Judi online bukan hanya ancaman bagi generasi muda, tapi juga merusak tatanan sosial kita. Oleh karena itu, kita perlu melawannya dengan sekuat tenaga,” tegas Zainul.
Menurut politisi PKB ini, ulama dan santri memiliki peran yang sangat strategis dalam memerangi judi online. Dengan pengaruhnya yang besar di masyarakat, mereka dapat memberikan pencerahan dan pemahaman yang mendalam tentang bahaya judi. “Ulama dan santri adalah ujung tombak dalam membentengi masyarakat dari pengaruh negatif,” imbuhnya.
Zainul juga mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah, khususnya Polri dan Kementerian Kominfo, dalam memberantas judi online. “Penutupan situs judi online harus menjadi prioritas. Pemerintah punya kapasitas untuk melakukan itu. Kita sudah pernah berhasil menutup SDSB, jadi kenapa judi online tidak bisa?” tanyanya.
Judi online, menurut Zainul, telah menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat, terutama generasi muda. Selain merusak mental, judi online juga memicu berbagai masalah sosial seperti perceraian dan konflik keluarga.
“Generasi muda kita sedang dalam bahaya. Mereka mudah terpapar judi online dan terjerat dalam lingkaran setan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zainul menghadiri peringatan Hari Lahir ke-12 Ponpes Almuslim. Ia mengapresiasi peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing.
“Pesantren adalah benteng terakhir kita dalam menjaga nilai-nilai agama dan moral,” pungkasnya.(*)















